Khutbah dengan tema Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan adalah topik yang sangat penting dan kontekstual untuk dibahas dari sudut pandang Islam.

AI adalah ciptaan manusia, dan Islam memiliki panduan yang jelas tentang bagaimana menyikapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Seorang khatib dapat mengangkat tema ini untuk memberikan perspektif Islam yang seimbang, membimbing jamaah untuk memanfaatkannya dalam kebaikan dan mewaspadai potensi mudharat-nya.
Berikut adalah khutbah Jumat bertema AI dengan judul “Menyikapi Kecerdasan Buatan (AI) dengan Hikmah dan Iman“:
Khutbah Pertama
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْعِلْمِ وَالْعَقْلِ، وَمَيَّزَنَا بِالْفَهْمِ وَالتَّفْكِيرِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهٗ لَا شَرِيْكَ لَهٗ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهٗ وَرَسُوْلُهٗ. أَمَّا بَعْدُ
فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya, mewujudkannya dalam amal perbuatan, pola pikir, dan dalam menyikapi setiap perkembangan zaman.
Hadirin jama’ah Jumat yang dirahmati Allah,
Kita hidup di era kemajuan teknologi, saat ilmu pengetahuan berkembang dengan sangat pesat, mengubah wajah peradaban manusia hanya dalam hitungan tahun. Salah satu perkembangan yang paling menggetarkan dan banyak dibicarakan saat ini adalah munculnya Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI).
AI ada di sekitar kita. Mulai dari asisten virtual di ponsel, rekomendasi video yang kita tonton, mobil yang bisa menyetir sendiri, hingga mesin pencari dan chatbot yang bisa berdialog layaknya manusia dan menjawab pertanyaan apa saja. Ini semua adalah buah dari kecerdasan buatan.
Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Jatsiyah ayat 13:
وَسَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مِنْهُ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
“Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) dari-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berpikir.”
AI adalah bagian dari “penundukan” (taskhir) tersebut. Ia adalah ciptaan manusia yang sumber akal dan inspirasinya berasal dari Allah SWT. Walaupun mungkin diciptakan oleh tangan-tangan yang tidak mengenal Penciptanya, hakikatnya semua ilmu pengetahuan, termasuk yang melahirkan AI ini, bersumber dari Allah SWT. Sebagaimana matahari yang menyinari semua orang tanpa membedakan iman, ilmu Allah juga dapat diakses dan dimanfaatkan oleh siapa saja. Tugas kitalah sebagai muslim yang menyadari hakikat ini untuk mengambil manfaatnya dan menyaring mudharatnya, seraya selalu mengembalikan segala urusan kepada Allah SWT.
Di sisi positif, AI dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat: memudahkan diagnosa penyakit, membantu pendidikan, mengoptimalkan distribusi zakat, dan mempermudah penggalian ide.
Namun, jama’ah jum’at yang budiman,
Di balik potensi manfaatnya, AI menyimpan bahaya penyalahgunaan yang sangat besar:
Di antaranya, penyebaran hoaks dan fitnah melalui teknologi deepfake yang bisa merubah dan meniru wajah seseorang serta suaranya. Pelanggaran privasi dan pengumpulan data tanpa izin. Kemalasan berpikir dan ketergantungan berlebihan yang muncul dari penggunanya dalam menanyakan segala sesuatu. Bias dan kezaliman sistematis dalam algoritma atas kepentingan segelintir elite. Bahaya spiritual dengan klaim-klaim yang menyesatkan yang dihasilkan dari AI.
Dalam menghadapi tantangan ini, kita harus kembali kepada pedoman abadi yang tidak mungkin dapat digantikan oleh kecanggihan AI mana pun. Allah berfirman:
وَيْلٌ لِّكُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٍ
“Celakalah bagi setiap orang yang banyak berdusta lagi banyak berdosa.” (QS. Al-Jatsiyah: 7)
Semoga kita semua terhindar dari dosa menyebar hoaks dan semua macam kebohongan. Dan semoga kita semua senantiasa berhias dengan amal-amal shalih.
Allah SWT berfirman:
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِ وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَا ثُمَّ إِلَى رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ
“Barangsiapa mengerjakan kebajikan maka untuk dirinya sendiri dan barangsiapa berbuat jahat maka atas dirinya sendiri, kemudian kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Jatsiyah: 15)
أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ اجْتَرَحُوا السَّيِّئَاتِ أَنْ نَجْعَلَهُمْ كَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَوَاءً مَحْيَاهُمْ وَمَمَاتُهُمْ سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ
“Apakah orang-orang yang melakukan kejahatan itu mengira bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman yang beramal dengan amal-amal shalih? Sama hidup mereka dan mati mereka? Sungguh jelek apa yang mereka tetapkan.” (QS. Al-Jatsiyah: 21)
Allah telah memberikan kita fitrah, ilham, dan akal untuk membedakan antara yang fujur (kejahatan, keburukan) dan yang taqwa. Inilah kompas internal setiap muslim. Dalam menghadapi AI, kompas inilah yang harus kita pegang teguh. Kita harus memiliki kebijaksanaan untuk memilih: memanfaatkannya untuk ketaqwaan atau justru terjerumus dalam kefasikan.
فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا
وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا
“maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya,” (QS. Asy-Syams: 8)
“sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu),”. (QS. Asy-Syams: 9)
“dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.” (QS. Asy-Syams: 10)
Meskipun AI sudah menjadi andalan bagi orang-orang untuk bertanya dan menyelesaikan masalah, namun Al-Quran – kalamullah yang qadim – akan tetap menjadi pedoman mutlak dan utama bagi kita, yang akan selalu benar, tidak disetir algoritma, dan tidak ada keraguan sedikit pun di dalamnya.
Allah SWT berfirman:
هَذَا بَصَائِرُ لِلنَّاسِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ
“Al-Qur’an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.” (QS. Al-Jatsiyah: 20)
Sebagai penutup, prinsip-prinsip Islam dalam menyikapi AI adalah:
- Gunakan Niat yang Ikhlas: Gunakan AI untuk mencari kemaslahatan dan kebaikan, bukan untuk kejahatan.
- Rawat Etika, Moral dan Akhlak: Jangan gunakan AI untuk berbohong (hoaks), menipu, atau merugikan orang lain.
- Jaga Keseimbangan (Tawazun): Jangan sampai kecanduan dan bergantung sepenuhnya pada teknologi hingga melupakan interaksi manusiawi dan realitas.
- Berpeganglah pada Ilmu dan Otoritas Agama: karena AI bisa saja salah. Dalam hal agama, rujukan utama tetaplah Al-Qur’an, Hadits, dan para ulama yang diakui keilmuannya, bukan hanya hasil pencarian dari mesin.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ
فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. اعْلَمُوا أَنَّ الْعَقْلَ نِعْمَةٌ عَظِيْمَةٌ، وَالْعِلْمَ رَكِيْزَةٌ أَسَاسِيَّةٌ، وَالتَّقْوَى مِرْصَادٌ وَوِقَايَةٌ
إِنَّ هَذِهِ التَّقْنِيَّاتِ الْحَدِيْثَةَ مِنْ ذَكَاءٍ اصْطِنَاعِيٍّ وَغَيْرِهِ، هِيَ مِنْ تَسْخِيْرِ اللهِ لِعِبَادِهِ، فَلاَ تَكُوْنُوا أَسْرَاهَا، وَلَكِنْ كُوْنُوا قَادَتَهَا بِحِكْمَةٍ وَإِيْمَانٍ
اُذْكُرُوا دَائِمًا أَنَّ الْقُرْآنَ الْكَرِيْمَ هُوَ الْهُدَى وَالنُّوْرُ، وَالذِّكْرُ الْحَكِيْمُ، وَالصِّرَاطُ الْمُسْتَقِيْمُ، لَا يَأْتِيْهِ الْبَاطِلُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَلاَ مِنْ خَلْفِهِ. فَلْيَكُنْ هُوَ مِرْآتُكُمْ وَمِيزَانَكُمْ
اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ. اَللَّهُمَّ انْصُرْنَا عَلَى أَنْفُسِنَا حَتَّى نَنْتَصِرَ لِدِيْنِنَا. اَللَّهُمَّ ارْزُقْنَا الْحِكْمَةَ وَالْعَقْلَ الرَّاجِحَ فِيْ كُلِّ أَمْرِنَا
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ، رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَر.ِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ