Khutbah Pertama
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ
يَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt. dengan sebenar-benarnya takwa. Takwa yang membuat kita sadar bahwa hidup ini adalah ujian, dan setiap kita sedang diuji dengan apa yang Allah berikan maupun yang Allah tahan dari kita.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Kita semua diciptakan dengan nasib dan takdir yang berbeda-beda. Beberapa hal yang kita miliki adalah kelebihan, namun beberapa hal lain dalam diri kita adalah kekurangan. Mungkin kita pernah bertanya-tanya dalam hati:
- “Mengapa bumi dan langit ini diciptakan?”
- “Mengapa aku ada?”
- “Mengapa aku seperti ini?”
- “Mengapa nasibku seperti ini?”
- “Mengapa aku tidak seperti orang lain?”
- “Dan mengapa orang lain tidak seperti aku?”
- “Mengapa aku dilahirkan di negara ini?”
- “Mengapa aku WNI?”
Pertanyaan-pertanyaan ini wajar muncul. Namun sebagai orang beriman, kita tidak boleh berhenti pada kegelisahan. Kita harus mencari jawabannya dalam Al-Qur’an.
Allah Swt. berfirman dalam Surah Hud ayat 7:
وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا
“Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah ‘Arsy-Nya di atas air, agar Dia menguji kamu, siapakah di antara kamu yang paling baik amalnya.” (QS. Hud: 7)
Dan dalam Surah Al-Kahfi ayat 7, Allah mengulangi makna yang sama:
إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْأَرْضِ زِينَةً لَهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا
“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami menguji mereka, siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.” (QS. Al-Kahfi: 7)
Jamaah yang berbahagia,
Perhatikanlah bahwa Allah tidak mengatakan “aktsaru ‘amalan” (amal yang terbanyak), tetapi Dia mengatakan “ahsanu ‘amalan” (amal yang terbaik). Ini menunjukkan bahwa kualitas amal lebih utama daripada kuantitasnya. Amal terbaik adalah amal yang paling ikhlas karena Allah semata, tanpa riya, tanpa pamer, dan tanpa mengharap pujian manusia.
Rasulullah saw. bersabda:
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
“Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari & Muslim)
Sebanyak apa pun amal kita, jika tidak disertai keikhlasan, maka amal itu tidak akan menjadi yang terbaik di sisi Allah. Bahkan bisa menjadi sia-sia. Allah berfirman:
فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا
“Maka barang siapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya, hendaklah ia mengerjakan amal saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya.” (QS. Al-Kahfi: 110)
Jamaah hafidzakumullah,
Inilah kabar gembira bagi kita semua. Semua hamba, walau berbeda nasib, berbeda kondisi ekonomi, berbeda privilege yang dimiliki, berbeda lingkungan, dan berbeda status kedudukan, tetap memiliki peluang yang sama untuk menjadi hamba yang baik dengan amalnya yang terbaik.
Kondisi yang ada pada diri kita sekarang—entah itu kekayaan, kemiskinan, kesehatan, penyakit, ilmu, atau keterbatasan—adalah ujian dari Allah. Bukan kebetulan, bukan kesalahan, tetapi skenario terbaik dari Allah untuk melihat bagaimana kita meresponsnya.
- Orang kaya diuji dengan hartanya: mampukah ia bersedekah, berinfak, dan menunaikan zakat? Rasulullah saw. bersabda:
مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ، فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا، وَيَقُولُ الْآخَرُ: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا
“Tidak ada satu pagi pun yang dialami hamba kecuali ada dua malaikat yang turun. Salah satunya berdoa: ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak.’ Dan yang lain berdoa: ‘Ya Allah, berikanlah kehancuran bagi orang yang menahan (hartanya).'” (HR. Bukhari & Muslim)
- Orang miskin diuji dengan kesabarannya: mampukah ia bersabar, tidak mengeluh, dan tetap bersyukur? Rasulullah saw. bersabda:
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَلِكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ: إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
“Sungguh menakjubkan perkara orang mukmin. Semua urusannya adalah kebaikan, dan itu tidak dimiliki oleh siapa pun kecuali oleh orang mukmin: jika mendapat kesenangan ia bersyukur, maka itu baik baginya; dan jika mendapat kesusahan ia bersabar, maka itu pun baik baginya.” (HR. Muslim)
- Orang berilmu diuji dengan amalnya: mampukah ia mengamalkan ilmunya dan mengajarkannya kepada orang lain? Rasulullah saw. bersabda:
إِنَّ أَوَّلَ النَّاسِ يُقْضَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَيْهِ … رَجُلٌ تَعَلَّمَ الْعِلْمَ وَعَلَّمَهُ وَقَرَأَ الْقُرْآنَ، فَيُؤْتَى بِهِ فَيُعَرِّفُهُ نِعَمَهُ فَيَعْرِفُهَا، فَيَقُولُ: مَا عَمِلْتَ فِيهَا؟ فَيَقُولُ: تَعَلَّمْتُ الْعِلْمَ وَعَلَّمْتُهُ، وَقَرَأْتُ فِيكَ الْقُرْآنَ، فَيَقُولُ: كَذَبْتَ، بَلْ تَعَلَّمْتَ الْعِلْمَ لِيُقَالَ: عَالِمٌ، وَقَرَأْتَ الْقُرْآنَ لِيُقَالَ: قَارِئٌ، فَقَدْ قِيلَ. ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى أُلْقِيَ فِي النَّارِ
“Sesungguhnya manusia pertama yang diputuskan (hisabnya) pada hari kiamat adalah… seorang yang mempelajari ilmu dan mengajarkannya serta membaca Al-Qur’an. Maka ia didatangkan, Allah memperlihatkan nikmat-Nya kepadanya, lalu ia mengakuinya. Allah bertanya: ‘Apa yang engkau lakukan dengannya?’ Ia menjawab: ‘Aku mempelajari ilmu, mengajarkannya, dan membaca Al-Qur’an karena-Mu.’ Allah berfirman: ‘Engkau dusta. Engkau belajar agar disebut alim, dan engkau membaca Al-Qur’an agar disebut qari. Itu telah engkau dapatkan.’ Kemudian ia diperintahkan untuk diseret dengan wajahnya hingga dicampakkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim)
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Dengan mengetahui hal ini, maka kita semua—tanpa terkecuali—berpeluang menjadi hamba yang bisa mengerjakan amal yang terbaik sesuai dengan kapasitas dan kondisi masing-masing. Kita tidak perlu iri dengan amal orang lain. Kita tidak perlu memaksakan diri menjadi orang lain. Kita cukup berfokus untuk menjadi pribadi yang terbaik versi diri kita sendiri, dengan menyesuaikan amal kita dengan kemampuan kita, dan menjauhi kerusakan di muka bumi.
Jamaah hafidzakumullah,
Sekarang kita berada di bulan Muharram, bulan pertama dalam tahun hijriah. Ini adalah momen yang tepat untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Tahun baru hijriah bukan sekadar pergantian angka, tetapi momentum hijrah—perpindahan dari keburukan menuju kebaikan, dari kelalaian menuju kesadaran, dari maksiat menuju taat.
Maka jadikanlah bulan Muharram ini sebagai titik awal untuk memperbaiki diri. Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain. Bandingkan dirimu dengan dirimu yang kemarin. Apakah hari ini lebih baik dari kemarin? Apakah tahun ini lebih baik dari tahun lalu?
Jika belum, inilah saatnya. Mulailah dengan amal kecil yang istikamah. Sedekah meskipun sedikit, puasa meskipun tidak sempurna, membaca Al-Qur’an meskipun hanya satu ayat, dan memperbaiki akhlak meskipun hanya satu kebiasaan.
Di hari Asyura ini, marilah kita perbanyak amal saleh. Bagi yang mampu, bersedekahlah. Bagi yang tidak mampu, bersabarlah dan perbanyak istighfar. Bagi yang berilmu, amalkan dan ajarkanlah. Bagi yang punya kelebihan fisik, manfaatkanlah untuk membantu orang lain. Setiap orang punya ladang amalnya masing-masing. Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak berbuat baik.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ
فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
اِعْلَمُوْا رَحِمَكُمُ اللهُ أَنَّ اللهَ تَعَالَى خَلَقَنَا فِي أَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ، وَفَضَّلَنَا بِأَرْزَاقٍ مُخْتَلِفَةٍ، وَأَمَرَنَا بِالتَّنَافُسِ فِي الْخَيْرَاتِ. فَمِنَّا الْغَنِيُّ وَمِنَّا الْفَقِيْرُ، وَمِنَّا الْعَالِمُ وَمِنَّا الْجَاهِلُ، وَمِنَّا الْقَوِيُّ وَمِنَّا الضَّعِيْفُ. وَكُلُّ هَذَا لِيَبْلُوَنَا أَيُّنَا أَحْسَنُ عَمَلًا.
اَللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ. اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَهْرِنَا هَذَا، وَاجْعَلْنَا مِنَ الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ الْإِخْلَاصِ وَالْإِتْقَانِ فِي أَعْمَالِنَا.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، وَأَصْلِحْ أَحْوَالَنَا وَأَحْوَالَ الْمُسْلِمِيْنَ فِي كُلِّ مَكَانٍ. رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.
أَقِيْمُوْا الصَّلَاةَ.