Berikut ini adalah khutbah jumat yang lumayan singkat bertema “Krisis Air dan Krisis Spiritual”:
Khutbah Pertama
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
أَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا، وَجَعَلَ مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ،
فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ مِنْ مَاءٍ.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Pada hari Jumat yang penuh berkah ini, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Semoga kita semua termasuk hamba-hamba yang mendapatkan rahmat dan ampunan dari-Nya.
Hadirin jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Hari ini, izinkan saya mengajak kita semua untuk merenungkan satu nikmat agung yang sering kita lalaikan, yaitu nikmat air. Di saat musim kemarau panjang melanda, kita baru benar-benar merasakan betapa berharganya setetes air. Sumur-sumur mengering, tanah-tanah retak, dedaunan menggugur, dan kita kesulitan mendapatkan air untuk minum, mandi, dan memasak.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam kitab-Nya yang mulia:
وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ
“Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tidak beriman?” (QS. Al-Anbiya’ [21]: 30)
Ayat ini menegaskan bahwa air adalah sumber kehidupan. Tanpa air, tidak ada tumbuhan, tidak ada hewan, tidak ada manusia. Air adalah rahmat terbesar yang Allah turunkan dari langit. Namun, di balik krisis air yang kita alami saat ini, ada pelajaran berharga yang harus kita petik.
Ma’asyiral Muslimin,
Dalam tradisi keilmuan Islam, air sering dijadikan sebagai simbol dari ilmu. Para ulama salaf berkata: “Al-‘ilmu hayah, wal-jahlu maut” (Ilmu adalah kehidupan, sedangkan kebodohan adalah kematian). Sebagaimana air menghidupkan tanah yang mati, ilmu pula menghidupkan hati yang mati.
Rasulullah ﷺ bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Musa Al-Asy’ari:
مَثَلُ مَا بَعَثَنِي اللَّهُ بِهِ مِنَ الْهُدَى وَالْعِلْمِ، كَمَثَلِ الْغَيْثِ الْكَثِيرِ أَصَابَ أَرْضًا…
“Perumpamaan petunjuk dan ilmu yang Allah utus kepadaku adalah seperti hujan yang deras yang jatuh ke bumi…” (HR. Bukhari & Muslim)
Perhatikanlah bagaimana Rasulullah ﷺ sendiri menyamakan ilmu dengan hujan/air yang turun. Ketika air turun dari langit, ia membasahi bumi yang kering. Begitu pula ketika ilmu turun—baik melalui wahyu, pengajaran, atau tadabbur alam—ia membasahi hati yang kering, lalu menumbuhkan berbagai macam kebaikan.
Jamaah Jumat yang berbahagia,
Kekeringan yang kita alami bukan sekadar fenomena alam. Ini adalah teguran halus dari Allah agar kita introspeksi. Sudahkah kita menjaga alam? Sudahkah kita bersyukur atas nikmat air? Sudahkah kita menggunakan air dengan bijak? Ataukah kita justru berperilaku boros dan merusak lingkungan?
Allah berfirman:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Rum [30]: 41)
Maka, kekeringan ini adalah panggilan untuk kita kembali. Kembali kepada Allah, kembali kepada fitrah, kembali kepada cara hidup yang ramah lingkungan, dan kembali kepada nilai-nilai Islam yang mengajarkan keseimbangan.
Ma’asyiral Muslimin,
Saat hujan turun, ia tidak hanya membasahi permukaan tanah. Ia meresap ke dalam bumi, menyuburkan akar-akar pohon, dan memunculkan tunas-tunas baru. Demikian pula ilmu yang turun ke dalam hati seorang muslimin—ia meresap ke dalam relung jiwa, menumbuhkan:
- Pohon Keimanan yang mengokohkan keyakinan kepada Allah.
- Pohon Ketaatan yang memberi semangat untuk menjalankan perintah-Nya.
- Pohon Kesabaran yang membuat kita teguh dalam menghadapi ujian.
- Pohon Kepedulian yang membuat kita peka terhadap sesama yang kesulitan.
- Pohon Kedermawanan yang membuat kita mau memberi bantuan kepada yang membutuhkan.
- Pohon Syukur yang membuat kita selalu bersyukur atas setiap nikmat, sekecil apapun.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Menghadapi kekeringan, kita tidak boleh hanya diam dan berpasrah. Islam mengajarkan keseimbangan antara ikhtiar dan tawakal.
Pertama, kita harus berikhtiar secara maksimal:
- Menghemat penggunaan air
- Mencari sumber-sumber air alternatif
- Membuat sumur resapan dan lubang biopori
- Menanam pohon untuk menjaga siklus air
- Bekerja sama dengan pemerintah dan sesama warga
Kedua, kita tidak boleh melupakan aspek spiritual:
- Memperbanyak istighfar, karena dosa dapat menghalangi turunnya rahmat
- Memperbanyak doa, sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa ketika kemarau
- Bersedekah, terutama kepada yang terkena dampak kekeringan
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ…
“Barangsiapa yang melepaskan dari seorang mukmin satu kesusahan di antara kesusahan-kesusahan dunia, maka Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan di antara kesusahan-kesusahan hari kiamat…” (HR. Muslim)
Ma’asyiral muslimin,
Air yang turun dari langit adalah rahmat. Ilmu yang turun dari Allah adalah rahmat pula. Keduanya menghidupkan—air menghidupkan tubuh, ilmu menghidupkan hati.
Maka, di saat kita merasa haus akan air, ingatlah bahwa hati kita juga mungkin sedang haus akan ilmu. Di saat kita melihat pepohonan kering, ingatlah bahwa amal kita mungkin juga sedang kering. Di saat kita berjuang mencari setetes air, ingatlah bahwa kita juga harus berjuang mencari setetes ilmu yang akan menyelamatkan kita di dunia dan di akhirat.
Semoga Allah menurunkan hujan rahmat-Nya untuk bumi kita yang kering, dan semoga Allah menurunkan ilmu yang bermanfaat untuk hati kita yang haus akan kebenaran. Semoga setiap tetes air yang kita hemat dan kita bagikan menjadi sedekah jariyah, dan semoga setiap ilmu yang kita pelajari dan kita amalkan menjadi bekal menuju surga-Nya.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ،
فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ جَعَلَ الْمَاءَ سَبَبًا لِلْحَيَاةِ، وَجَعَلَ الْعِلْمَ سَبَبًا لِحَيَاةِ الْقُلُوبِ.
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ:
أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ،
اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا مَرِيئًا مَرِيعًا نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ، عَاجِلًا غَيْرَ آجِلٍ
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا
رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَر.ِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ