Apa itu Mu’arrab? Berikut Contoh-contohnya

Pengertian Mu’arrab Kata mu’arrab berasal dari bahasa Arab, yaitu bentuk pasif (isim maf’ul) dari kata ‘arraba (fiil madli) yang berarti “membuat sesuatu menjadi Arab” atau “mengarabkan”. Dalam konteks linguistik, mu’arrab merujuk pada kata-kata asing yang diserap ke dalam bahasa Arab dengan penyesuaian bunyi, bentuk, atau struktur agar sesuai dengan tata bahasa dan fonologi Arab. Proses … Baca Selengkapnya

Amalan Ibadah yang Bisa Dilakukan oleh Muslimah saat Haid: Apa saja?

Haid adalah kondisi alami yang dialami oleh setiap wanita muslimah. Dalam Islam, terdapat ketentuan khusus mengenai ibadah yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama masa haid. Salah satu hal yang penting dipahami adalah larangan untuk melaksanakan sholat, membaca Al-Quran, dan berpuasa saat haid. Namun, meskipun ada larangan tersebut, seorang muslimah tetap bisa mengisi waktunya dengan … Baca Selengkapnya

Mashdar Ta’kid, Mashdar Marrah dan Mashdar Nau’

1. Mashdar at-Ta’kid (مصدر التأكيد) Mashdar Ta’kid/Mu’akkid adalah mashdar yang disebutkan setelah fi’il (kata kerja) untuk menegaskan maknanya. Bentuknya tetap seperti aslinya, contoh: عَلِمْتُ الأَمْرَ عِلْمًا (Aku benar-benar mengetahui perkara itu). ضَرَبْتُ اللّصَّ ضَرْبًا (Aku benar-benar memukul pencuri itu). جُلْتُ جَوَلَانًا (Aku benar-benar berkeliling). أَكْرَمْتُ المُجْتَهِدَ إِكْرَامًا (Aku benar-benar memuliakan orang yang rajin itu). Tujuannya … Baca Selengkapnya

Mashdar Fi’il yang Terdiri dari Lima Huruf dan Enam Huruf

A. Mashdar Fi’il yang Terdiri dari Lima Huruf Contoh: انطلق (inthalaqa) → اِنْطِلَاقاً (inthilāqan). Contoh: اجتمع (ijtama’a) → اِجْتِمَاعاً (ijtimā’an). Contoh: احمرّ (ihmara) → اِحْمِرَاراً (ihmirāran). Contoh: تكلّم (takallama) ← تَكَلُّماً (takalluman). Contoh: تصالح (taṣālaḥa) → تَصَالُحاً (taṣāluḥan). Contoh: تدحرج (tadahraja) → تَدَحْرُجاً (tadahrujan). Catatan untuk Fi’il Mu’tal (Berakhiran Huruf Illah): Jika kata tersebut mu’tal … Baca Selengkapnya

Mashdar Fa’lala “فَعْلَلَ” dan Mashdarnya Fiil Yang Mulhaq (diserupakan) dengannya

Fi’il yang mengikuti wazan “فَعْلَلَ” (fa’lala) dan yang serupa, maka mashdar-nya adalah: دحرجَ (dahraja) → دَحْرَجَةً (dahrajatan) زلزل (zalzala) → زَلْزَلَةً (zalzalatan) جلبب (jalbaba) → جَلْبَبَةً (jalbabatan) سيطر (saytara) → سَيْطَرَةً (saytaratan) حوقل (hawqala) → حَوْقَلَةً (hawqalatan). Jika ia mudha’af (fa’ fi’il sama dengan lam yang pertama dan ‘ain fi’il sama dengan lam fi’il yang … Baca Selengkapnya