Pendahuluan
Salah satu fitnah yang akan datang di akhir zaman adalah fitnah Dajjal. Fitnah ini disebut oleh Rasulullah ﷺ sebagai fitnah terbesar yang pernah ada sejak penciptaan Adam hingga hari kiamat. Dajjal akan muncul membawa berbagai ujian yang dapat menggoncang iman seseorang, sehingga umat Islam perlu mempersiapkan diri sejak dini.
Salah satu bentuk persiapan yang diajarkan oleh Nabi ﷺ adalah dengan memperbanyak doa fitnah dajjal. Doa ini tidak hanya memohon perlindungan dari Dajjal, tetapi juga mencakup perlindungan dari berbagai fitnah lain yang mungkin datang silih berganti selama hidup di dunia.
Lafadh Doa Terhindar Fitnah Dajjal
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, sahabat mulia Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu berkata:
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ مُوسَى أَبُو عَبْدِ اللَّهِ الْأَعْوَرُ، عَنْ شُعَيب، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ؛ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كان يَدْعُو: أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبُخْلِ وَالْكَسَلِ، وَالْهَرَمِ وَأَرْذَلِ الْعُمُرِ، وَعَذَابِ الْقَبْرِ، وَفِتْنَةِ الدَّجَّالِ، وَفِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ
“Bahwasanya Rasulullah ﷺ pernah berdoa: ‘ALLAAHUMMA INNI A’UUDZU BIKA MINAL BUKHLI WAL KASALI, WA HARAMI WA ARDZALIL ‘UMURI, WA ‘ADZAABIL QABRI, WA FITNATID DAJJAL, WA FITNATIL MAHYAA WAL MAMAAT.’“
(Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat bakhil, dari rasa malas, dari kepikunan (pikun), dari umur yang paling hina, dari siksa kubur, dari fitnah Dajjal, serta dari fitnah kehidupan dan fitnah kematian).” (HR. Bukhari no. 6367)
Dalam doa berikut Nabi Muhammad ﷺ meminta perlindungan dari Allah dari 8 hal:
- Kekikiran (al-Bukhl)
Bakhil bukan sekadar pelit harta. Ia adalah penyakit hati yang membuat seseorang enggan menunaikan hak Allah dan hak makhluk. Orang bakhil enggan berzakat, enggan bersedekah, enggan berinfak untuk kebaikan, bahkan enggan memberikan senyuman. Rasulullah ﷺ mengajarkan kita berlindung darinya karena sifat ini adalah pangkal dari kebinasaan. Ia mengeraskan hati, menjauhkan dari surga, dan mendekatkan pada api neraka.
- Rasa Malas (al-Kasal)
Rasa malas dalam konteks ini adalah keengganan jiwa untuk melakukan ketaatan dan kebaikan, meskipun mampu. Ia adalah virus yang membuat shalat diakhirkan, Al-Qur’an ditinggalkan, dan sedekah ditunda-tunda. Sifat ini sangat berbahaya karena ia mencuri waktu dan peluang emas seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah.
- Pikun (al-Haram)
Yang dimaksud di sini adalah pikun di usia senja yang menyebabkan hilangnya akal dan kesadaran. Akal adalah modal utama untuk beribadah dan memahami perintah Allah. Jika akal telah hilang, gugurlah kewajiban dan peluang meraih pahala. Dengan doa ini, kita memohon agar diberikan akhir usia yang baik (husnul khatimah), di mana akal tetap jernih untuk terus beribadah hingga ajal menjemput.
- Umur Paling Hina (Ardzalil ‘Umur)
Ini adalah fase terlemah di usia tua, di mana seseorang kembali seperti kanak-kanak, lemah akal dan fisik. Meskipun Mirip dengan poin sebelumnya, poin ini lebih menekankan pada kondisi kehidupan yang terhina karena ketidakmampuan membedakan mana yang benar dan salah. Kita memohon kepada Allah agar usia tua kita dipenuhi keberkahan, bukan kehinaan.
- Siksa Kubur (‘Adzaabil Qabri)
Kubur adalah tempat persinggahan pertama menuju akhirat. Siksa kubur adalah realitas yang wajib diimani. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari najis yang tidak dibersihkan, ghibah (menggunjing), hingga kemaksiatan lainnya. Doa ini adalah permohonan agar Allah menyelamatkan kita dari fase paling kritis setelah kematian ini.
- Fitnah Dajjal (Fitnatid Dajjal)
Dajjal adalah fitnah terbesar sejak penciptaan Nabi Adam hingga hari kiamat. Ia diberi berbagai kemampuan luar biasa yang menyerupai mukjizat untuk menguji iman manusia. Ia mengaku Tuhan, membawa surga dan neraka (yang aslinya adalah sebaliknya), dan mampu menurunkan hujan serta menghidupkan bumi dengan perintahnya.
Nabi ﷺ memerintahkan kita untuk membaca doa ini di setiap akhir shalat, terutama pada tasyahud akhir sebelum salam, karena fitnahnya begitu dahsyat. Dengan berlindung kepada Allah, kita mengakui kelemahan kita dan memohon kekuatan iman yang tak tergoyahkan saat menghadapi ujian ini kelak.
- & 8. Fitnah Kehidupan dan Kematian (Fitnatil Mahya wal Mamat)
Ini adalah doa penutup yang mencakup segalanya.
Fitnah Kehidupan: Adalah godaan yang datang selama hidup di dunia. Ia bisa berupa gemerlapnya harta, tahta, wanita, kesenangan yang melalaikan, hingga kesulitan yang membuat putus asa.
Fitnah Kematian: Adalah godaan ketika sakratul maut (saat-saat menjelang kematian), yang bisa membuat seseorang meninggal dalam keadaan su’ul khatimah (akhir yang buruk) karena terlena dengan dunia, atau karena was-was setan saat ruh dicabut.
Mengapa Doa Ini Sangat Penting?
Rasulullah ﷺ merupakan manusia dengan akhlak yang sempurna lagi ma’shum (terjaga dari dosa), sudah barang tentu akan terhindar dari semua hal di atas. Doa ini menjadi penting karena doa ini akan berguna bagi umat beliau yaitu kita semua karena kita adalah manusia biasa yang tidak luput dari kelemahan dan keterbatasan.
Kita mungkin merasa kuat, namun sebenarnya kita lemah. Kita mungkin merasa kaya, namun hakikatnya kita fakir di hadapan Allah. Karena itulah, Nabi ﷺ yang sudah dijamin surga dan terbebas dari segala fitnah, justru paling sering berdoa dan memohon perlindungan kepada Allah. Ada dua hikmah besar di baliknya:
Pertama, untuk mengajarkan kepada umatnya bahwa doa adalah senjata utama orang beriman. Nabi ingin menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang mampu menghadapi fitnah dunia dan akhirat hanya dengan kekuatan sendiri, sekalipun ia seorang nabi. Semuanya butuh pertolongan Allah.
Kedua, karena Nabi ﷺ sangat mencintai umatnya. Beliau ingin mewariskan sebuah benteng perlindungan yang kokoh, yang bisa kita baca kapan saja, di mana saja, terutama di penghujung shalat.
Dengan mengamalkan doa ini, kita mengakui ketidakberdayaan kita dan bersandar sepenuhnya kepada Allah Yang Maha Kuasa. Karena hanya Allah-lah yang mampu menyelamatkan kita dari kejahatan fitnah yang tampak maupun yang tersembunyi.