Mashdar Ta’kid, Mashdar Marrah dan Mashdar Nau’

1. Mashdar at-Ta’kid (مصدر التأكيد) Mashdar Ta’kid/Mu’akkid adalah mashdar yang disebutkan setelah fi’il (kata kerja) untuk menegaskan maknanya. Bentuknya tetap seperti aslinya, contoh: عَلِمْتُ الأَمْرَ عِلْمًا (Aku benar-benar mengetahui perkara itu). ضَرَبْتُ اللّصَّ ضَرْبًا (Aku benar-benar memukul pencuri itu). جُلْتُ جَوَلَانًا (Aku benar-benar berkeliling). أَكْرَمْتُ المُجْتَهِدَ إِكْرَامًا (Aku benar-benar memuliakan orang yang rajin itu). Tujuannya … Baca Selengkapnya

Mashdar Fi’il yang Terdiri dari Lima Huruf dan Enam Huruf

A. Mashdar Fi’il yang Terdiri dari Lima Huruf Contoh: انطلق (inthalaqa) → اِنْطِلَاقاً (inthilāqan). Contoh: اجتمع (ijtama’a) → اِجْتِمَاعاً (ijtimā’an). Contoh: احمرّ (ihmara) → اِحْمِرَاراً (ihmirāran). Contoh: تكلّم (takallama) ← تَكَلُّماً (takalluman). Contoh: تصالح (taṣālaḥa) → تَصَالُحاً (taṣāluḥan). Contoh: تدحرج (tadahraja) → تَدَحْرُجاً (tadahrujan). Catatan untuk Fi’il Mu’tal (Berakhiran Huruf Illah): Jika kata tersebut mu’tal … Baca Selengkapnya

Mashdar Fa’lala “فَعْلَلَ” dan Mashdarnya Fiil Yang Mulhaq (diserupakan) dengannya

Fi’il yang mengikuti wazan “فَعْلَلَ” (fa’lala) dan yang serupa, maka mashdar-nya adalah: دحرجَ (dahraja) → دَحْرَجَةً (dahrajatan) زلزل (zalzala) → زَلْزَلَةً (zalzalatan) جلبب (jalbaba) → جَلْبَبَةً (jalbabatan) سيطر (saytara) → سَيْطَرَةً (saytaratan) حوقل (hawqala) → حَوْقَلَةً (hawqalatan). Jika ia mudha’af (fa’ fi’il sama dengan lam yang pertama dan ‘ain fi’il sama dengan lam fi’il yang … Baca Selengkapnya

Sujud Tilawah: Pengertian, Ayat-ayat Sajdah, Hukum, Tata Cara, dan Bacaan Doa

Pengertian Sujud Tilawah Sujud tilawah atau disebut juga Sujud al-Quran adalah sujud yang dilakukan karena membaca atau mendengar ayat sajdah dalam Al-Qur’an. Hukumnya sunnah muakkadah (sangat dianjurkan). Perbedaan antara Sujud Tilawah dan Sujud Syukur: Ayat-Ayat Sajdah dalam Al-Qur’an Menurut qaul jadid Imam Syafi’i, ada 14 ayat sajdah yang disunnahkan untuk sujud, yaitu: 1. Al-A’raf (7:206) … Baca Selengkapnya

Mashdar untuk Fiil-Fiil “Af’ala”, “Fa’ala”, dan “Fā’ala” (أَفْعَلَ وَفَعَّلَ وَفَاعَلَ)

Melanjutkan keterangan tentang mashdar untuk fiil yang lebih dari tiga huruf, di sini, kami akan menambahkan keterangan lanjutan mengenai mashdar tersebut: Mashdar-nya Fiil “Af’ala” (أَفْعَلَ) Jika fiil berbentuk “af’ala” (أفعل) dengan huruf tengah (‘ain) shahih/sehat, maka mashdar-nya mengikuti wazan “if‘āl” (إفعال), contoh: أَكْرَمَ  => إِكْرَامًا أَوْجَدَ  => إِيجَادًا Jika huruf tengahnya huruf ‘illat (seperti أَقَامَ, … Baca Selengkapnya