Ar-Riyadhul Badi’ah adalah sebuah kitab monumental karya seorang pentolan ulama dan guru besar di Masjidil Haram, Asy-Syaikh Muhammad bin Sulaiman Hasbullah Asy-Syafi’i Al-Makki (1233-1335 H). Beliau dikenal sebagai sosok yang wara’, arif, bijaksana, dan memiliki hafalan serta pemahaman yang luar biasa. Kitab ini menjadi salah satu warisan keilmuan yang hingga kini masih dikaji di berbagai belahan dunia muslim, termasuk Indonesia.
Mengenal Sang Pengarang: Syekh Muhammad bin Sulaiman Hasbullah al-Makki
Syekh Muhammad Hasbullah lahir dan tumbuh di Mekah al-Mukarramah. Sejak kecil, beliau telah menunjukkan kesungguhan dalam menuntut ilmu. Beliau berguru kepada banyak ulama terkemuka, seperti:
- Mufti Mekah, Asy-Syaikh Ahmad Ad-Dimyathi
- Asy-Sayyid Ahmad An-Nahrawi
- Asy-Syaikh Abd Al-Ghanny Ad-Dimyathi
Kedalaman ilmunya tidak hanya berasal dari guru-guru di Mekah, tetapi juga dari ulama yang beliau temui dalam perjalanan intelektualnya, seperti Asy-Syaikh Ahmad Minnatullah Al-Azhary dan Asy-Syaikh Muhammad bin Khalil Al-Qowiqaji. Bahkan, kunjungannya ke Mesir dan Madinah dimanfaatkan untuk mengambil ilmu dan ijazah dari ulama setempat, seperti Syaikhul Islam Ibrahim As-Saqa dan Al-Muhaddits Asy-Syaikh Abd Al-Ghanny Ad-Dahlawi.
Kecerdasannya sangat terkenal. Syaikh Abd As-Sattar Ad-Dahlawi, salah satu muridnya, bercerita bahwa Syekh Hasbullah sering mengajar Tafsir Jalalain setelah Maghrib di Masjidil Haram tanpa membawa catatan sedikit pun, hanya mengandalkan kekuatan hafalan dan pemahamannya yang mendalam. Meskipun di kemudian hari beliau kehilangan penglihatannya, semangat mengajarnya tidak pernah pudar.
Mengupas Isi Kitab Ar-Riyadhul Badi’ah
Judul lengkap kitab ini adalah “Ar-Riyadh al-Badi’ah fi Ushuluddin Wa Ba’dli Furu’ as-Syari’ah”. Sesuai dengan namanya, kitab yang tampilannya sederhana ini membahas dua tema utama:
- Ushuluddin (Aqidah): Fondasi keyakinan dalam Islam.
- Furu’us Syari’ah (Hukum-hukum Fikih): Khususnya menurut Mazhab Syafi’i.
Sistematika pembahasan kitab ini sangat terstruktur, mencakup 9 bagian utama:
- Pembukaan: Membahas Rukun Islam, Rukun Iman, dan Aqidah Khomsin (50 keyakinan tentang sifat wajib, mustahil, dan jaiz bagi Allah Ta’ala dan para Rasul).
- Kitab Thaharah (Bersuci): Terdiri dari 3 fasal dan 6 bab.
- Kitab Shalat: Terdiri dari 2 fasal dan 7 bab.
- Kitab al-Janaiz (Tata Cara Penyelesaian Jenazah).
- Kitab Zakat.
- Kitab as-Shiyam (Puasa): Terdiri dari 1 bab dan 5 fasal.
- Kitab Haji dan Umrah: Terdiri dari 1 bab dan 12 fasal.
- Kitab Udhhiyah (Kurban) dan Aqiqah: Terdiri dari 1 mathlab dan 1 fasal.
- Kitab Sumpah dan Nadzar: Terdiri dari 1 mathlab dan 1 fasal.
Komentar (Syarah) dari Ulama Nusantara
Keistimewaan kitab ini semakin lengkap dengan adanya syarah (komentar penjelas) yang ditulis oleh ulama Nusantara yang sangat masyhur, Syekh Muhammad Nawawi bin Umar al-Bantani. Kitab syarah tersebut berjudul “Ats-Tsimarul Yani’ah ‘Ala Alfazh Ar-Riyadh Al-Badi’ah“.
Dalam syarahnya, Syekh Nawawi al-Bantani tidak hanya menjelaskan teks secara mendalam, tetapi juga menambahkan pembahasan penting lainnya, seperti:
- Hal-hal yang terkait ziarah ke makam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.
- Kajian tasawuf.
- Fawaid dzikir (keutamaan dan praktik dzikir).
Download Kitab Ar-Riyadhul Badi’ah PDF
Bagi para penuntut ilmu yang ingin mendalami kitab ini, versi digital dalam format PDF dapat diakses secara online. Keberadaan format PDF memudahkan untuk mempelajarinya kapan saja dan di mana saja.
Link untuk Mendownload:
Penutup
Ar-Riyadhul Badi’ah adalah kitab yang lengkap, mencakup ilmu aqidah dan fikih praktis berdasarkan Mazhab Syafi’i. Ditulis oleh seorang ulama Haramain yang memiliki sanad keilmuan yang tinggi dan diperkaya dengan syarah dari ulama Nusantara, membuat kitab ini memiliki nilai istimewa. Mempelajarinya merupakan salah satu cara untuk terhubung dengan khazanah keilmuan Islam yang otentik dan bersambung hingga ke Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.
Semoga akses terhadap kitab dalam bentuk PDF ini dapat memudahkan dan menambah semangat kita dalam menuntut ilmu.