Komunikasi adalah kunci kesuksesan berumahtangga, bermasyarakat, bekerja dan berorganisasi.
Berikut ini adalah khutbah jumat singkat dengan tema komunikasi berjudul “Pentingnya Komunikasi dan Akhlak dalam Islam”:
Khutbah Pertama
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ الْإِنْسَانَ وَعَلَّمَهُ الْبَيَانَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الْمَبْعُوثُ بِهُدًى وَكَلَامٍ طَيِّبٍ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ .أَمَّا بَعْدُ
يَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
Saudara-saudara kaum muslimin yang dirahmati Allah,
Pada kesempatan mulia ini, marilah kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Salah satu aspek ketakwaan yang sering luput dari perhatian, namun sangat menentukan kualitas keislaman kita, adalah komunikasi dan akhlak dalam bertutur kata.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 83:
وَ قُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا
Artinya: “Dan ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia.”
Rasulullah SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak. Dalam hadits riwayat Al-Bukhari, beliau bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أَوْ لِيَصْمُتْ
Artinya: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah dia berkata baik atau diam.”
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah
Komunikasi bukan sekadar menyampaikan informasi. Ia adalah cermin hati dan akhlak. Setiap kata yang kita ucapkan akan dicatat oleh malaikat, dan akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. Allah SWT berfirman dalam QS. Qaf ayat 18:
مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
Artinya: “Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat.”
Kita hidup di zaman di mana komunikasi menjadi begitu mudah dan cepat melalui media sosial. Namun, seringkali entah sengaj atau tidak, kemudahan ini justru menjerumuskan kita ke dalam jurang dosa dan kekeliruan: menyebar kebohongan (hoaks), ghibah, fitnah, ujaran kebencian, dan kata-kata kasar. Semua ini adalah penyakit hati yang merusak ukhuwah, memutus silaturahim, dan mendatangkan murka Allah.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Mengapa komunikasi begitu penting? Karena ia adalah kunci utama dari keberhasilan dalam semua lingkup kehidupan kita.
Allah SWT berfirman:
وَقُل لِّعِبَادِي يَقُولُوا۟ ٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ ٱلشَّيْطَٰنَ يَنزَغُ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّ ٱلشَّيْطَٰنَ كَانَ لِلْإِنسَٰنِ عَدُوًّا مُّبِينًا
“Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sungguh, setan itu (selalu) menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sungguh, setan adalah musuh yang nyata bagi manusia.” (QS. Al-Isra’: 53)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan katakanlah perkataan yang lurus” (QS. Al-Ahzab: 70)
Dalam Berkeluarga: Qaulan husnan adalah pondasi keharmonisan rumah tangga. Percakapan yang lembut antara suami-istri, nasihat yang penuh kasih dari orang tua kepada anak, dan komunikasi yang santun dari anak kepada orang tua, akan menciptakan ketenteraman (sakinah), kasih sayang (mawaddah), dan rahmat.
Dalam Bermasyarakat: Masyarakat yang baik dibangun dari interaksi yang baik. Dengan qaulan husnan, kita bisa menjaga persaudaraan (ukhuwah), menyelesaikan perselisihan, menebar nasihat, dan mencegah konflik. Komunikasi yang buruk, seperti ghibah, namimah (adu domba), dan ucapan kasar, adalah biang kerusakan sosial.
Dalam Berorganisasi atau Bekerja: Tidak ada organisasi atau kerja tim yang sukses tanpa komunikasi yang efektif dan beretika. Qaulan husnan di sini berarti menyampaikan instruksi dengan jelas, memberikan kritik dengan bijak, menghargai pendapat orang lain, dan memutuskan perkara dengan musyawarah. Qaulan sadidan artinya juga mencakup menyampaikan pesan dengan media yang tepat, tujuan yang tercapai, serta haq-haq yang sesuai dengan kondisinya baik formal, semi formal maupun informal. Inilah yang diajarkan Islam. Komunikasi seperti inilah yang membangun sinergi, kepercayaan, dan produktivitas.
Hadirin jama’ah Jumat yang dikasihi Allah,
Marilah kita jadikan lisan ini sebagai alat untuk menyebarkan kedamaian, membangun hubungan, dan meraih ridha Allah. Mulailah dari lingkaran terkecil: keluarga, lalu masyarakat, dan di mana pun kita beraktivitas.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَمَرَنَا بِالْقَوْلِ الْحَسَنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِهِ الْأَمِينِ الَّذِي بُعِثَ لِيُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ،
أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ،
أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فِي السِّرِّ وَالْعَلَانِيَةِ، وَاحْفَظُوا أَلْسِنَتَكُمْ فِي كُلِّ مَقَالٍ، فَالْمَرْءُ يُعْرَفُ بِمَقَالِهِ، وَيُرْفَعُ بِحُسْنِ خِطَابِهِ. وَتَذَكَّرُوا أَنَّ مِنْ كَمَالِ الْإِيمَانِ حُسْنَ الْكَلَامِ، وَمِنْ صَمِيمِ التَّقْوَى صَوْنُ الْكَلِمَةِ.
وَاعْلَمُوا -رَحِمَكُمُ اللهُ- أَنَّ مِنْ أَجَلِّ مَجَالَاتِ الْكَلَامِ الْحَسَنِ مَجَالَ الْعَمَلِ الْجَمَاعِيِّ وَتَدَابِيرِ الْأُمُورِ فِي الْمَجْتَمَعِ وَالْهَيْئَاتِ. فَالْبَلَاغُ الْوَاضِحُ وَالْخِطَابُ الْكَامِلُ وَالتَّبْلِيغُ الْمُحْكَمُ هِيَ مِنْ أُسُسِ النَّجَاحِ وَالْتِئَامِ الْكَلِمَةِ، وَهِيَ مِنْ مَقَوِّمَاتِ الْأَمَانَةِ فِي التَّصَرُّفِ.
اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ. اَللَّهُمَّ انْصُرْنَا عَلَى أَنْفُسِنَا حَتَّى نَنْتَصِرَ لِدِيْنِنَا. اَللَّهُمَّ ارْزُقْنَا الْحِكْمَةَ وَالْعَقْلَ الرَّاجِحَ فِيْ كُلِّ أَمْرِنَا
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ، رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَر.ِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ