Pengertian Mashdar Ash-Shināʻi
Mashdar Ash-Shināʻi (المصدر الصناعي) adalah isim (kata benda) yang dibentuk dengan menambahkan yāʼ an-nisbah (ياء النسبة) yang diikuti dengan tāʼ marbūṭah (ة) untuk menunjukkan suatu sifat yang terdapat pada sesuatu.
Dengan kata lain, mashdar ash-shināʻi berfungsi untuk mengubah kata benda dasar menjadi kata abstrak yang mengandung makna sifat atau karakteristik dari kata asalnya.
Bentuk dan Ciri-cirinya
Ciri utama mashdar ash-shināʻi adalah adanya tambahan:
- Yāʼ an-nisbah (ياء النسبة) – huruf ي yang menunjukkan hubungan atau keterkaitan
- Tāʼ marbūṭah (ة) – huruf ta di akhir kata
Contoh pola: فَعَالِيَّة (faʻāliyyah), فَعْلِيَّة (faʻliyyah)
Jenis-jenis Kata yang Dapat Dibentuk Menjadi Mashdar Ash-Shināʻi
1. Dari Isim Jamid (Kata Benda Dasar)
Isim jamid adalah kata yang tidak berasal dari kata kerja. Contoh-contohnya:
- الحَجَرِيَّة (al-ḥajariyyah) – sifat seperti batu, kebatuan
- الإِنْسَانِيَّة (al-insāniyyah) – kemanusiaan
- الحَيَوَانِيَّة (al-ḥayawāniyyah) – sifat kebinatangan
- الكَمِّيَّة (al-kammiyyah) – kuantitas
- الكَيْفِيَّة (al-kayfiyyah) – kualitas
2. Dari Isim Musytaq (Kata Turunan)
Isim musytaq adalah kata yang berasal dari kata kerja. Contoh-contohnya:
- العَالِمِيَّة (al-ʻālimiyyah) – sifat kealiman, keduniailmuwan
- الفَاعِلِيَّة (al-fāʻiliyyah) – sifat kepelakuan
- المَحْمُودِيَّة (al-maḥmūdiyyah) – sifat terpuji
- الأَرْجَحِيَّة (al-arjaḥiyyah) – sifat lebih unggul, keunggulan
- الأَسْبَقِيَّة (al-asbaqiyyah) – sifat lebih dahulu, prioritas
- المَصْدَرِيَّة (al-maṣdariyyah) – sifat seperti mashdar
- الحُرِّيَّة (al-ḥurriyyah) – kebebasan
Hakikat Mashdar Ash-Shināʻi
Hakikat dari mashdar ash-shināʻi adalah sifat yang dinisbatkan kepada isim (kata benda). Artinya, mashdar ash-shināʻi menunjukkan makna “sesuatu yang memiliki sifat seperti kata dasarnya”.
Contoh Penjelasan:
| Mashdar Shina’iy | Dinisbatkan Kepada | Arti |
|---|---|---|
| العَالِمِيَّة (al-ʻālimiyyah) | العَالِم (al-ʻālim) – orang yang berilmu | sifat seperti seorang alim |
| المَصْدَرِيَّة (al-maṣdariyyah) | المَصْدَر (al-maṣdar) – kata dasar | sifat seperti masdar |
| الإِنْسَانِيَّة (al-insāniyyah) | الإِنْسَان (al-insān) – manusia | sifat seperti manusia, kemanusiaan |
Perkembangan Penggunaan
Para muwalladūn (ahli bahasa generasi belakangan) banyak menggunakan mashdar ash-shināʻi, terutama dalam istilah-istilah keilmuan dan berbagai disiplin ilmu lainnya. Hal ini terjadi setelah penerjemahan ilmu pengetahuan ke dalam bahasa Arab, yang membutuhkan istilah-istilah baru untuk mengungkapkan konsep-konsep abstrak.
Catatan Penting: Bukan Semua Bisa Disebut Mashdar Ash-Shināʻi
Tidak semua kata yang mendapat yāʼ an-nisbah dan diikuti tāʼ marbūṭah bisa disebut mashdar ash-shināʻi. Perhatikan ketentuan berikut:
Jika Tidak Dimaksudkan untuk Menunjukkan Sifat
Maka ia bukan mashdar ash-shināʻi.
Contoh:
- تَمَسَّكْ بِعَرَبِيَّتِكَ (tamassak bi ‘arabiyyatika) – “berpegang teguhlah pada ke-Arab-anmu”
- Maksudnya: pada sifat atau karakteristikmu yang dinisbatkan kepada orang Arab.
- Kata ‘arabiyyah di sini adalah isim mansub (kata sifat yang dinisbatkan), bukan mashdar ash-shināʻi.
Jika Dimaksudkan untuk Menunjukkan Sifat
Maka ia menjadi ism mansūb (kata sifat yang dinisbatkan), bukan mashdar ash-shināʻi.
Hal ini berlaku baik:
- Disebutkan secara jelas kata yang disifati, seperti:
- تَعَلَّمَ اللُّغَةَ العَرَبِيَّةَ (ta‘allama al-lughah al-‘arabiyyah) – “dia belajar bahasa Arab” (yaitu bahasa yang dinisbatkan kepada Arab)
- Diniatkan/diperkirakan keberadaannya, seperti:
- تَعَلَّمَ العَرَبِيَّةَ (ta‘allama al-‘arabiyyah) – “dia belajar bahasa Arab” (yang dimaksud adalah al-lughah al-‘arabiyyah)
Kesimpulan
Mashdar ash-shināʻi adalah isim yang sangat berguna dalam bahasa Arab untuk membentuk kata-kata abstrak yang menunjukkan sifat atau karakteristik. Penggunaannya semakin luas dalam istilah-istilah modern, namun perlu diperhatikan bahwa tidak setiap kata dengan pola faʻāliyyah atau faʻliyyah dapat disebut mashdar ash-shināʻi, tergantung pada konteks dan tujuan penggunaannya.