Download Kitab Fathul Qadir – fi Ajaibil Maqadir Karya Kyai Makshum bin Ali

Kitab Fathul Qadir fi Ajaibil Maqadir merupakan salah satu karya penting dalam khazanah keilmuan Islam Nusantara yang jarang diketahui khalayak umum. Kitab ini ditulis oleh KH Ma’shum bin Ali, seorang ulama besar dari Jombang, Jawa Timur, yang juga merupakan menantu dari Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU).

Siapa Penulisnya?

KH Ma’shum bin Ali bin Abdul Jabbar lahir di Maskumambang, Gresik pada tahun 1305 H (1887 M) dan wafat pada tahun 1351 H (1933 M). Beliau adalah cucu dari KH Abdul Jabbar Maskumambang sekaligus keponakan dari KH Faqih bin Abdul Jabbar Maskumambang.

Meski berasal dari kalangan pesantren tradisional, KH Ma’shum dikenal sebagai cendekiawan yang menguasai berbagai ilmu eksakta secara mumpuni. Selain Fathul Qadir, beliau juga menulis karya-karya lain seperti Al-Durus al-Falakiyyah dan Badai’ al-Masail dalam bidang astronomi, serta Al-Amtsilah al-Tashrifiyyah dalam bidang morfologi Arab (ilmu sharaf) yang sangat populer di kalangan santri.

Tentang Kitab Fathul Qadir

Kitab Fathul Qadir fi Ajaibil Maqadir diselesaikan pada tahun 1339 Hijriah (1921 Masehi) dan dicetak oleh Maktabah Salim Nabhan, Surabaya. Meski hanya setebal 24 halaman, kitab ini memuat kajian mendalam tentang ilmu ukur dan timbangan (metrologi) yang sangat bermanfaat bagi umat Islam.

Kitab ini ditulis dalam bahasa Arab dan Melayu beraksara Arab (Jawi), kadang diselingi bahasa Jawa. Isinya merangkum berbagai satuan ukuran dan timbangan dalam enam pasal besar:

  1. Al-Maqayis (neraca hitung)
  2. Maqadir al-Khuthuth (ukuran jarak)
  3. Al-Suthuh (satuan geodesi)
  4. Maqadir al-Ajsam (satuan ukur jarak dan berat benda)
  5. Al-Awzan al-Jawiyyah (ukuran dalam tradisi Jawa)
  6. Al-Awzan al-‘Arabiyyah (ukuran dalam tradisi Arab)

Yang menarik, kitab ini tidak hanya membahas satuan ukuran dalam tradisi Arab-Islam seperti sha’, qushbah, qullah, dan farsakh, tetapi juga membandingkannya dengan satuan Barat (gram, meter, pound, mil, hektar) serta satuan Jawa (bahu, kikil, jengkal, lupit, kecrit).

Kontribusi dalam Ilmu Fikih

Kitab ini menjadi rujukan penting dalam berbagai perhitungan fikih kontemporer. Salah satu contohnya adalah penetapan ukuran satu sha’ untuk zakat fitrah. Dalam kitab ini disebutkan bahwa 1 sha’ setara dengan 3,145 liter (halaman 9), sedangkan 1 mud beras putih sama dengan 679,79 gram (halaman 20).

Dari data tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jember dalam keputusannya menggunakan rujukan kitab ini untuk menetapkan bahwa 1 sha’ sama dengan 2719,16 gram beras.

Selain itu, NU Online juga merujuk kitab ini dalam penghitungan zakat pertanian, dengan menyebutkan bahwa berdasarkan kitab Fathul Qadir karya Mbah Kiai Ma’shum, Kwaron, Diwek Jombang, diketahui pendekatan berat:

  • 1 mud beras putih = 679,79 gram
  • 1 sha’ beras putih = 2718,19 gram = 2,72 kg
  • 1 nishab beras putih = 815,758 kg
  • 1 nishab padi = 1631,516 kg = 1,631 ton gabah kering

Download Kitab Fathul Qodir PDF

Untuk mendownload kitab ini, silahkan untuk mengklik tombol berikut:

Kitab Fathul Qadir fi Ajaibil Maqadir adalah bukti bahwa ulama Nusantara tidak hanya menguasai ilmu-ilmu keagamaan, tetapi juga ilmu eksakta seperti metrologi. Karya KH Ma’shum bin Ali ini tetap relevan hingga kini, terutama dalam penetapan ukuran-ukuran fikih seperti zakat mal, zakat fitrah dan zakat pertanian. Bagi para pengkaji ilmu fikih dan metrologi Islam, kitab ini menjadi rujukan yang sangat berharga.

Tinggalkan komentar