Penjelasan Man (مَنْ) dan Ma (مَا) Istifhamiyyah

Pada postingan yang lalu telah kita bahas apa itu isim istifham beserta contohnya secara umum. Dalam artikel ini, kita akan mencoba mengupas pembahasan Man (مَنْ) dan Ma (مَا) Istifhamiyyah secara lebih mendalam. مَنْ dan مَنْ ذَا مَنْ dan مَنْ ذَا adalah isim istifham digunakan untuk menanyakan entitas yang berakal. :نحو مَنْ فَعَلَ هٰذَا؟ Siapa yang … Baca Selengkapnya

Isim Istifham – Kata Tanya dalam bahasa Arab

Isim istifham (اسم الإستفهام) adalah isim mubham (tidak diketahui) yang digunakan untuk mencari tahu sesuatu (bertanya). Dalam bahasa Indonesia, Isim Istifham setara dengan kata-kata tanya seperti “apa,” “siapa,” “kapan,” “bagaimana,” dan lain sebagainya. Fungsi utama Isim Istifham adalah untuk mengekspresikan pertanyaan dalam kalimat. :نحو مَنْ جَاءَ؟ Siapa yang datang? كَيْفَ أَنْتَ؟ Bagaimana kamu? Yang Termasuk … Baca Selengkapnya

Memahami Shilah al-Maushul – Jumlah yang Jatuh setelah Isim Maushul

Isim maushul selalu membutuhkan shilah, ‘āid dan mahall min al-i’rab. Shilah adalah jumlah yang disebutkan setelah isim maushul sehingga jumlah tersebut menyempurnakan makna isim maushul. Ia disebut shilah al-maushul (صلة الموصول). :نحو جَاءَ الَّذِيْ أَكْرَمْتُهُ Telah datang orang yang aku memuliakannya Catatan: jumlah ini “أَكْرَمْتُهُ” tidak memiliki mahall dari i’rab apa pun. ‘Āid (العائد) adalah … Baca Selengkapnya

Isim Maushul Musytarak

Isim maushul musytarak adalah isim maushul yang lafadhnya hanya satu dan digunakan untuk mufrad, mutsanna, jama’, mudzakkar dan muannats sekaligus. Yang termasuk isim maushul musytarak antara lain: Pembahasan Isim Maushul ‘مَنْ’ dan ‘مَا’ Isim mauhul ‘مَنْ’ digunakan untuk yang berakal (al-aqil) namun terkadang ia juga digunakan untuk yang tidak berakal (ghair al-aqil). Hal terebut terjadi … Baca Selengkapnya

Isim Maushul – Isim yang Membutuhkan Shilah

Pengertian Isim Maushul Isim Maushul (الإسم الموصول) adalah isim yang menunjukkan pada sesuatu yang tertentu dengan perantara  jumlah (ismiyyah/fi’liyyah) yang disebutkan setelahnya, yang kemudian jumlah tersebut dinamakan sebagai shilat al-maushul (صلة الموصول). Contoh: جَاءَ الَّذِيْ عَلَّمَنِيَ الْعَرَبِيَّةَ Telah datang seseorang yang telah mengajariku Bahasa Arab Pada contoh di atas, ‘الَّذِيْ’ adalah isim maushul sedangkan ‘عَلَّمَنِيَ … Baca Selengkapnya