Penjelasan Man (مَنْ) dan Ma (مَا) Istifhamiyyah

Pada postingan yang lalu telah kita bahas apa itu isim istifham beserta contohnya secara umum. Dalam artikel ini, kita akan mencoba mengupas pembahasan Man (مَنْ) dan Ma (مَا) Istifhamiyyah secara lebih mendalam. مَنْ dan مَنْ ذَا مَنْ dan مَنْ ذَا adalah isim istifham digunakan untuk menanyakan entitas yang berakal. :نحو مَنْ فَعَلَ هٰذَا؟ Siapa yang … Baca Selengkapnya

Isim Istifham – Kata Tanya dalam bahasa Arab

Isim istifham (اسم الإستفهام) adalah isim mubham (tidak diketahui) yang digunakan untuk mencari tahu sesuatu (bertanya). Dalam bahasa Indonesia, Isim Istifham setara dengan kata-kata tanya seperti “apa,” “siapa,” “kapan,” “bagaimana,” dan lain sebagainya. Fungsi utama Isim Istifham adalah untuk mengekspresikan pertanyaan dalam kalimat. :نحو مَنْ جَاءَ؟ Siapa yang datang? كَيْفَ أَنْتَ؟ Bagaimana kamu? Yang Termasuk … Baca Selengkapnya

Pentingnya Pendidikan Agama Islam dalam Pembentukan Karakter Anak

Pendahuluan Pendidikan adalah suatu proses yang mengalirkan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui berbagai metode pengajaran. Secara esensial, pendidikan merupakan suatu upaya yang bertujuan untuk mengembangkan seluruh potensi individu serta membentuk karakter dan moral mereka agar mampu menghadapi beragam situasi dalam kehidupan mereka. Pendidikan yang diselenggarakan di lingkungan keluarga harus … Baca Selengkapnya

Mencintai Nabi Muhammad Ala al-Urjuzah al-Mi’iyyah PART 6 Bait 22 – 25 Blog Series

Melanjutkan pembahasan yang lalu di Part 5, kami lanjutkan blog series ‘Mencintai Nabi Muhammad Ala al-Urjuzah al-Mi’iyyah PART 6’. Kali ini kita akan membahas peristiwa ketika Rasulullah saw diangkat menjadi Rasul. Menjadi Rasul فِي يَـوْمِ الْإِثْنَيْنِ يَقِيْنًا فَانْقُــلَا 22 وَبَعْدَ عَـــامِ أَرْبَعِيْنَ أُرْسِـلَا “pada saat empat puluh usianya, hari Senin wahyu kenabiannya” Wa ba’da ‘āmi … Baca Selengkapnya

Memahami Shilah al-Maushul – Jumlah yang Jatuh setelah Isim Maushul

Isim maushul selalu membutuhkan shilah, ‘āid dan mahall min al-i’rab. Shilah adalah jumlah yang disebutkan setelah isim maushul sehingga jumlah tersebut menyempurnakan makna isim maushul. Ia disebut shilah al-maushul (صلة الموصول). :نحو جَاءَ الَّذِيْ أَكْرَمْتُهُ Telah datang orang yang aku memuliakannya Catatan: jumlah ini “أَكْرَمْتُهُ” tidak memiliki mahall dari i’rab apa pun. ‘Āid (العائد) adalah … Baca Selengkapnya