Syibhul Fi’li (شبه الفعل) Isim-Isim Yang Menyerupai Fi’il

Syibhul Fi’li adalah isim yang menyerupai fi’il dalam hal menunjukkan ‘hadats’. Hadats adalah salah satu dari dua hal yang terkandung dalam fiil. Fiil memuat dua petunjuk yaitu hadats (حدث) dan zaman (زمان). Hadats adalah peristiwa sedangkan zaman adalah waktu. Syibhul fi’li menyerupai fiil dalam hal hadats saja karena isim tidak mungkin memiliki dilalah zaman. Oleh … Baca Selengkapnya

Hukum Menciduk Air Dua Qullah yang Terkena Najis – Santri Bertanya

Pertanyaan: Air mutanajis yang melebihi 2 kulah dan tidak berubah salah satu sifatnya, maka hukumnya suci. Lantas bagaimana hukumnya jika air tersebut dipisah, semacam diciduk untuk mandi? apakah masih tetap dalam kesuciannya? Jawaban: Saudara Nana yang dirahmati oleh Allah, dari pertanyaan saudara/i terlihat bahwa saudara cukup mengerti mengenai hukum kesucian air dalam fiqh. Namun, izinkan … Baca Selengkapnya

Hukum Menjatuhkan Majmu’ (Mushaf/Kumpulan Surat) saat Sholat – Santri Bertanya

Pertanyaan: Kalo saya sholat sambil mengantongi majmu yang kecil lalu pas sujud terjatuh dosa atau tidak (apakah perbuatan tersebut termasuk meremehkan majmu tersebut)? Jawaban: Sebelum menjawab, izinkan kami mengasumsikan bahwa “majmu’” yang dimaksud oleh penanya adalah kumpulan surat-surat seperti surat Yasin, Al-Mulk, Al-Waqiah, dan lain sebagainya beserta doa-doa pillihan sehingga majmu’ tersebut memuat al-Quran. Ulama’ … Baca Selengkapnya

Asma’ul Ashwat (أسماء الأصوات)

Pengertian Asma’ul Ashwat Asmaa’u al-Ashwaat (bentuk plural dari isim shaut) adalah isim-isim yang menyerupai isim fiil dalam hal sama-sama sah mencukupkan diri (tanpa kalimah lain) yang mana isim-isim tersebut diucapkan pada sesuatu yang tidak berakal, pada anak kecil atau meng-hikayah-kan beberapa suara. Alasan mengapa asma’ul ashwat tidak dikategorikan sebagai isim fiil adalah karena asma’ul ashwat … Baca Selengkapnya

Betapa Buruknya Ulama’ yang Menjilat Penguasa

Bagaimana perasaan Anda melihat ulama-ulama yang seharusnya menjadi benteng terakhir kebenaran, justru menjadi antek-antek kekuasaan? Dari sejak zaman dulu, sudah menjadi sebuah pola yang kentara bahwa penguasa dzalim akan selalu didampingi ‘ulama yang siap memberikan fatwa dan legitimasi atas tindak dan kebijakan dzalim mereka. Ulama’ su’ (ulama’ yang jelek) tersebut bahkan tidak segan-segan meng-endorse kampanye-kampanye … Baca Selengkapnya