Pentingnya Pendidikan Agama Islam dalam Pembentukan Karakter Anak

Pendahuluan Pendidikan adalah suatu proses yang mengalirkan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui berbagai metode pengajaran. Secara esensial, pendidikan merupakan suatu upaya yang bertujuan untuk mengembangkan seluruh potensi individu serta membentuk karakter dan moral mereka agar mampu menghadapi beragam situasi dalam kehidupan mereka. Pendidikan yang diselenggarakan di lingkungan keluarga harus … Baca Selengkapnya

Mencintai Nabi Muhammad Ala al-Urjuzah al-Mi’iyyah PART 6 Bait 22 – 25 Blog Series

Melanjutkan pembahasan yang lalu di Part 5, kami lanjutkan blog series ‘Mencintai Nabi Muhammad Ala al-Urjuzah al-Mi’iyyah PART 6’. Kali ini kita akan membahas peristiwa ketika Rasulullah saw diangkat menjadi Rasul. Menjadi Rasul فِي يَـوْمِ الْإِثْنَيْنِ يَقِيْنًا فَانْقُــلَا 22 وَبَعْدَ عَـــامِ أَرْبَعِيْنَ أُرْسِـلَا “pada saat empat puluh usianya, hari Senin wahyu kenabiannya” Wa ba’da ‘āmi … Baca Selengkapnya

Memahami Shilah al-Maushul – Jumlah yang Jatuh setelah Isim Maushul

Isim maushul selalu membutuhkan shilah, ‘āid dan mahall min al-i’rab. Shilah adalah jumlah yang disebutkan setelah isim maushul sehingga jumlah tersebut menyempurnakan makna isim maushul. Ia disebut shilah al-maushul (صلة الموصول). :نحو جَاءَ الَّذِيْ أَكْرَمْتُهُ Telah datang orang yang aku memuliakannya Catatan: jumlah ini “أَكْرَمْتُهُ” tidak memiliki mahall dari i’rab apa pun. ‘Āid (العائد) adalah … Baca Selengkapnya

Isim Maushul Musytarak

Isim maushul musytarak adalah isim maushul yang lafadhnya hanya satu dan digunakan untuk mufrad, mutsanna, jama’, mudzakkar dan muannats sekaligus. Yang termasuk isim maushul musytarak antara lain: Pembahasan Isim Maushul ‘مَنْ’ dan ‘مَا’ Isim mauhul ‘مَنْ’ digunakan untuk yang berakal (al-aqil) namun terkadang ia juga digunakan untuk yang tidak berakal (ghair al-aqil). Hal terebut terjadi … Baca Selengkapnya

Isim Maushul – Isim yang Membutuhkan Shilah

Pengertian Isim Maushul Isim Maushul (الإسم الموصول) adalah isim yang menunjukkan pada sesuatu yang tertentu dengan perantara  jumlah (ismiyyah/fi’liyyah) yang disebutkan setelahnya, yang kemudian jumlah tersebut dinamakan sebagai shilat al-maushul (صلة الموصول). Contoh: جَاءَ الَّذِيْ عَلَّمَنِيَ الْعَرَبِيَّةَ Telah datang seseorang yang telah mengajariku Bahasa Arab Pada contoh di atas, ‘الَّذِيْ’ adalah isim maushul sedangkan ‘عَلَّمَنِيَ … Baca Selengkapnya