Isim Maushul – Isim yang Membutuhkan Shilah

Pengertian Isim Maushul

isim maushul dan shilah

Isim Maushul (الإسم الموصول) adalah isim yang menunjukkan pada sesuatu yang tertentu dengan perantara  jumlah (ismiyyah/fi’liyyah) yang disebutkan setelahnya, yang kemudian jumlah tersebut dinamakan sebagai shilat al-maushul (صلة الموصول).

Contoh:

جَاءَ الَّذِيْ عَلَّمَنِيَ الْعَرَبِيَّةَ

Telah datang seseorang yang telah mengajariku Bahasa Arab

Pada contoh di atas, ‘الَّذِيْ’ adalah isim maushul sedangkan ‘عَلَّمَنِيَ الْعَرَبِيَّةَ’ adalah shilat al-maushul.

Macam-macam Isim Maushul

Isim maushul dibagi menjadi 2 macam, yaitu:

  1. Isim Maushul Khash (الأسماء الموصولة الخاصة)
  2. Isim Maushul Musytarak (الأسماء الموصولة المشتركة)

Isim Maushul Khash

Yang termasuk Isim maushul khash, antara lain:

  • الَذِيْ

‘الَّذِيْ’ digunakan untuk mufrad mudzakkar (satu laki-laki).

:نحو

يُفْلِحُ الَّذِيْ يَجْتَهِدُ

Beruntunglah orang yang rajin

  • اللَّذَانِ / اللَّذَيْنِ

‘اللَّذَانِ’ dan ‘اللَّذَيْنِ’ digunakan untuk mutsanna mudzakkar (dua laki-laki).

:نحو

يُفْلِحُ اللَّذَانِ يَجْتَهِدَانِ

Beruntunglah dua orang yang rajin

  • الَّذِيْنَ

‘الَّذِيْنَ’ digunakan untuk jama’ mudzakkar ‘aqil (laki-laki banyak yang berakal)

:نحو

يُفْلِحُ الَّذِيْنَ يَجْتَهِدُوْنَ

Beruntunglah orang-orang yang rajin

  • الَّتِيْ

‘الَّتِيْ’ digunakan untuk mufradah muannatsah (satu perempuan).

:نحو

تُفْلِحُ الَّتِيْ تَجْتَهِدُ

Beruntunglah wanita yang rajin

  • اللَّتَانِ / اللَّتَيْنِ

‘اللَّتَانِ’ dan ‘اللَّتَيْنِ’ digunakan untuk mutsanna muannats (dua perempuan).

:نحو

تُفْلِحُ اللَّتَانِ تَجْتَهِدَانِ

 Beruntunglah dua wanita yang rajin

  • اللَّاتِيْ / اللَّوَاتِيْ / اللَّائِيْ

‘اللَّاتِيْ’, ‘اللَّوَاتِيْ’ dan ‘اللَّائِيْ’ digunakan untuk jama’ muannats (perempuan banyak).

:نحو

تُفْلِحُ اللَّاتِيْ تَجْتَهِدْنَ

تُفْلِحُ اللَّوَاتِيْ تَجْتَهِدْنَ

تُفْلِحُ اللَّائِيْ تَجْتَهِدْنَ

Beruntunglah wanita-wanita yang rajin*

*tiga contoh di atas artinya sama

  • الْأُلٰي

‘الْأُلٰي’ digunakan untuk jama’ muthlaqan (sesuatu yang banyak baik laki-laki maupun perempuan).

:نحو

يُفْلِحُ الْأُلٰى يَجْتَهِدُوْنَ

Beruntunglah orang-orang yang rajin

تُفْلِحُ الْأُلٰى يَجْتَهِدْنَ

Beruntunglah wanita-wanita yang rajin

اقْرَأْ مِنَ الْكُتُبِ الْأُلٰى تَنْفَعُ

Bacalah kitab-kitab yang bermanfaat

Beberapa Ketentuan tentang Isim Maushul Khash

Penggunaan “اللَّذَانِ” dan “اللَّذَيْنِ” serta “اللَّتَانِ” dan “اللَّتَيْنِ”

‘اللَّذَانِ’ dan ‘اللَّتَانِ’ keduanya digunakan dalam keadaan rafa’.

:نحو

جَاءَ اللَّذَانِ سَافَرَا

Sudah datang dua orang yang bepergian

جَاءَ اللَّتَانِ سَافَرَتَا

Sudah datang dua wanita yang bepergian

Sedangkan ‘اللَّذَيْنِ’ dan ‘اللَّتَيْنِ’ digunakan dalam keadaan nashab dan jarr.

:نحو

أَكْرَمْتُ اللَّذَيْنِ اجْتَهَدَا

Saya memuliakan dua orang yang rajin

أَكْرَمْتُ اللَّتَيْنِ اجْتَهَدَتَا

Aku memuliakan dua wanita yang rajin

أَحْسَنْتُ إِلٰى اللَّذَيْنِ تَعَلَّمَا

Aku berbuat baik kepada dua orang yang belajar

أَحْسَنْتُ إِلٰى اللَّتَيْنِ تَعَلَّمَتَا

Aku berbuat baik kepada dua wanita yang belajar

Keduanya (“اللَّذَانِ” dan “اللَّذَيْنِ” serta “اللَّتَانِ” dan “اللَّتَيْنِ”) mabni ala al-alif di dalam keadaan rafa’ dan mabni ala al-ya’ dalam keadaan nashab dan jarr. Namun keduanya tidaklah mu’rab sebagaimana isim tatsniyah yang mu’rab dengan alif ketika rafa’ dan ya’ ketika nashab dan jarr karena semua isim maushul adalah berhukum mabniy. Meskipun begitu, ada ‘ulama yang menghukumi keduanya sebagai mu’rab sebagaimana i’rab-nya isim tatsniyah. Pendapat ini juga baik.

Salah satu ketentuan lain yaitu boleh hukumnya men-tasydid nun-nya isim maushul yang digunakan untuk mutsanna (“اللَّذَانِ” dan “اللَّذَيْنِ” serta “اللَّتَانِ” dan “اللَّتَيْنِ”), baik itu menggunakan alif atau ya’, sebagaimana contoh:

:نحو

وَاللَّذَانِ يَأْتِيَانِهَا مِنْكُمْ فَأٙذُوْهُمَا

Yang juga bisa dibaca

وَاللَّذَانِّ يَأْتِيَانِهَا مِنْكُمْ فَأٙذُوْهُمَا

sebagaimana

رَبَّنَا أَرِنَا اللَّذَيْنِ

Yang juga bisa dibaca

رَبَّنَا أَرِنَا اللَّذَيَنِّ

‘الْأُلٰى’ lebih sering digunakan untuk menunjukkan jama’ adz-dzukur al-uqala’ (laki-laki banyak yang berakal).

Contoh penggunaan ‘الْأُلٰى’ untuk menunjukkan yang berakal (العاقل) dan yang tidak berakal (غير العاقل) secara bersamaan adalah bait ber-bahar thawil sebagai berikut:

وَتُبْلِي الْأُلٰى يَسْتَلْئِمُوْنَ عَلٰى الْأُلٰى      تَرَاهُنَّ يَوْمَ الرَّوْعِ كَالْحِدَإِ الْقُبْلِ

“Dan kematian menguji orang-orang yang memakai baju besi di atas kuda-kuda yang kamu lihat kuda-kuda tersebut pada hari peperangan sebagaimana burung-burung rajawali yang berkelompok”

Sedangkan contoh penggunaan ‘الْأُلٰى’ untuk menunjukkan jama’ muannats adalah bait ber-bahar thawil berikut:

مَحَا حُبُّهَا حُبَّ الْأُلٰى كُنَّ قَبْلِهَا     وَحَلَّتْ مَكَانًا لَمْ يَكُنْ حُلَّ مَنْ قَبْلُ

“Cinta kepadanya (Layla) menghapus cinta kepada wanita-wanita yang sebelumnya.

Dan Ia (Layla) menghuni tempat yang belum dihuni sebelumnya.”

Begitu pula dengan ‘اللَّائِيْ’, secara langka terkadang ia digunakan untuk jama’-nya laki-laki yang berakal sebagaimana kata penyair dalam bait ber-bahar thawil berikut:

هُمُ اللَّائِيْ أُصِيْبُوْا يَوْمَ فَلْجٍ     بِدَاهِيَةٍ تَمِيْدُ لَهَا الْجِبَالُ

“Pada hari falaj, mereka dihantam jurang yang memiliki gunung memanjang.”

Begitu juga dengan syair ber-bahar wafir berikut:

فَمَا آبَاؤُنَا بِأَمَنَّ مِنْهُ     عَلَيْنَا, اللَّاءِ قَدْ مَهَدُوْا الْحُجُوْرَا

“Ayah-ayah kami tidak lebih mulia darinya, yang mana mereka membentangkan pangkuan atas kita”

Isim Maushul Musytarak

Isim maushul musytarak adalah isim yang lafadhnya satu digunakan untuk semuanya. Sehingga dalam penggunaannya bersamaan (musytarak) baik yang mufrad, mutsanna, jama’, mudzakkar dan muannats.

Yang termasuk isim maushul musytarak antara lain adalah:

  • مَنْ

‘مَنْ’ digunakan untuk al-aqil (yang berakal)

:نحو

نَجَحَ مَنِ اجْتَهَدَ

نَجَحَ مَنِ اجْتَهَدَتْ

نَجَحَ مَنِ اجْتَهَدَا

نَجَحَ مَنِ اجْتَهَدَتَا

نَجَحَ مَنِ اجْتَهَدُوْا

نَجَحَ مَنِ اجْتَهَدْنَ

Berhasillah barangsiapa yang rajin

  • مَا

‘مَا’ digunakan untuk ghairu al-aqil (yang tidak berakal)

:نحو

ارْكَبْ مَا شِئْتَ مِنَ الْخَيْلِ

Naikilah hewan yang kamu inginkan yakni berupa kuda

اقْرَأْ مِنَ الْكُتُبِ مَا يُفِيْدُكَ نَفْعًا

Bacalah dari kitab-kitab apa yang memberikan manfaat kepadamu

  • ذَا

‘ذَا’ digunakan untuk al-aqil dan ghairu al-aqil

:نحو

(مَنْ ذَا فَتَحَ الشَّامَ؟         (اي مَنِ الَّذِيْ فَتَحَهَا؟

Siapa yang menaklukkan Syam?

مَاذَا فَتَحَ أَبُوْ عُبَيْدَةَ؟

Apa yang Abu Ubaidah taklukkan?

  • أَيُّ

‘أَيُّ’ digunakan untuk al-aqil dan ghairu al-aqil

:نحو

أَكْرِمْ أَيَّهُمْ أَكْثَرَ اِجْتِهَادًا       اي الَّذِيْ هُوَ أَكْثَرُ اِجْتِهَادًا

Muliakanlah yang mana mereka paling banyak usahanya

ارْكَبْ مِنَ الْخَيْلِ  أَيَّهَا هُوَ أَقْوَى       اي الَّذِيْ هُوَ أَقْوَى

Naikilah kuda yang mana ia lebih kuat

  • ذُوْا

‘ذُوْا’ digunakan untuk al-aqil dan ghairu al-aqil

:نحو

أَكْرِمْ ذُو اجْتَهَدَ وَ ذُو اجْتَهَدَتْ     اي أَكْرِمْ الَّذِي اجْتَهَدَ وَ الَّتِي اجْتَهَدَتْ

Muliakanlah laki-laki yang bersungguh-sungguh dan perempuan yang bersungguh-sungguh

Itu dia pembahasan mengenai apa itu Isim Maushul dan apa saja macam-macamnya. Pembahasan isim maushul musytarak akan dibahas lebih rinci pada pembahasan selanjutnya.

Tinggalkan Komentar