Ini dia 3 Alamat Ta’nits (Tanda-tanda Muannats)

Alamat Ta’nits (عَلَامَاتُ التَّأْنِيْثِ) Muannats memiliki 3 alamat/tanda-tanda yang disebut sebagai alamat ta’nits (عَلَامَاتُ التَّأْنِيْثِ), antara lain: Ta’ Marbuthah (التاء المربوطة) Alamat Ta’nits yang pertama adalah ta’ marbuthah. Ia adalah alamat asli dari muannats. Ta’ marbuthah masuk pada isim-isim shifat untuk membedakan antara mudzakkar-nya dan muannats-nya. Di antara contohnya adalah sebagai berikut: المؤنث المذكر بَائِعَةٌ … Baca Selengkapnya

Mudzakkar dan Muannats

Mudzakkar dan Muannats (الْمُذَكَّرُ وَالْمُؤَنَّثُ) Isim dilihat dari perspekstif seks dan gender dibagi menjadi dua, yakni: mudzakkar dan muannats. Pengertian Mudzakkar Mudzakkar adalah isim yang sah untuk di-isyarah-i dengan ‘hadza (هٰذَا)’. Contoh: رَجُلٌ => هٰذَا رَجُلٌ صَبِيٌّ => هٰذَا صَبِيٌّ قَمَرٌ => هٰذَا قَمَرٌ كِتَابٌ => هٰذَا كِتَابٌ Kemudian mudzakkar dibagi menjadi dua macam, yaitu: … Baca Selengkapnya

Isim Shifat dan Isim Maushuf

Isim Shifat dan Isim Maushuf Jika dilihat dari perspekstif makna yang ditunjukkan, isim dibagi menjadi dua, yakni: isim shifat dan isim maushuf. Pengertian Isim Maushuf (الْإِسْمُ الْمَوْصُوْفُ) Isim maushuf adalah isim yang menunjukkan dzat/wujud sesuatu dan hakikatnya. Termasuk darinya, mashdar, isim zaman, isim makan, dan isim alat. Contoh isim maushuf Contoh dari isim maushuf adalah: … Baca Selengkapnya

Nun Taukid beserta Serba-serbi Pembahasannya

Nun Taukid (نون التوكيد) Nun taukid adalah nun yang  masuk pada fiil mudlori’ dan fiil amr untuk menguatkan makna. Ketika ia memasuki fi’il mudlari’ atau pun fi’il amr maka fi’il yang dimasukinya akan berubah menjadi mabni fathah sebagaimana contoh yang akan kita bahas. Namun sebelumnya perlu kita ketahui, apa saja macam-macam nun taukid. Macam-macam Nun … Baca Selengkapnya

Mulhaq bi Ni’ma wa Bi’sa (الْمُلْحَقُ بِنِعْمَ وَبِئْسَ)

Mulhaq bi Ni’ma wa Bi’sa (الْمُلْحَقُ بِنِعْمَ وَبِئْسَ) Pengertian Mulhaq bi Ni’ma wa Bi’sa Mulhaq bi Ni’ma wa Bi’sa adalah setiap fi’il yang menyerupai ni’ma wa bi’sa dalam hal mengekspresikan pujian atau pun celaan, dan ia berupa fi’il tsulatsiy mujarrad ber-wazan ‘فَعُلَ’ (dibaca dlummah ‘ain-nya) dengan syarat ia memungkinkan untuk dibentuk menjadi fiil Ta’ajjub. Dari … Baca Selengkapnya