Isim Shifat dan Isim Maushuf

Isim Shifat dan Isim Maushuf Jika dilihat dari perspekstif makna yang ditunjukkan, isim dibagi menjadi dua, yakni: isim shifat dan isim maushuf. Pengertian Isim Maushuf (الْإِسْمُ الْمَوْصُوْفُ) Isim maushuf adalah isim yang menunjukkan dzat/wujud sesuatu dan hakikatnya. Termasuk darinya, mashdar, isim zaman, isim makan, dan isim alat. Contoh isim maushuf Contoh dari isim maushuf adalah: … Baca Selengkapnya

Nun Taukid beserta Serba-serbi Pembahasannya

Nun Taukid (نون التوكيد) Nun taukid adalah nun yang  masuk pada fiil mudlori’ dan fiil amr untuk menguatkan makna. Ketika ia memasuki fi’il mudlari’ atau pun fi’il amr maka fi’il yang dimasukinya akan berubah menjadi mabni fathah sebagaimana contoh yang akan kita bahas. Namun sebelumnya perlu kita ketahui, apa saja macam-macam nun taukid. Macam-macam Nun … Baca Selengkapnya

Mulhaq bi Ni’ma wa Bi’sa (الْمُلْحَقُ بِنِعْمَ وَبِئْسَ)

Mulhaq bi Ni’ma wa Bi’sa (الْمُلْحَقُ بِنِعْمَ وَبِئْسَ) Pengertian Mulhaq bi Ni’ma wa Bi’sa Mulhaq bi Ni’ma wa Bi’sa adalah setiap fi’il yang menyerupai ni’ma wa bi’sa dalam hal mengekspresikan pujian atau pun celaan, dan ia berupa fi’il tsulatsiy mujarrad ber-wazan ‘فَعُلَ’ (dibaca dlummah ‘ain-nya) dengan syarat ia memungkinkan untuk dibentuk menjadi fiil Ta’ajjub. Dari … Baca Selengkapnya

Af’al al-Madhi dan Af’al adz-Dzamm (ni’ma wa bi’sa, habbadza)

Af’al al-Madhi dan Af’al adz-Dzamm (ni’ma wa bi’sa, habbadza) Di dalam kitab-kitab yang membahas ilmu nahwu, ada kalanya judul yang membahas kedua fiil ini diberi judul “Ni’ma wa Bi’sa (نِعْمَ وَبِئْسَ)” dan adakalanya di kitab yang lain membahas kedua fiil ini dalam judul “Af’al al-Madhi wa Af’al adz-Dzamm (أَفْعَالُ الْمَدْحِ وَأَفْعَالُ الذَّمِّ)“. Dan hal ini … Baca Selengkapnya

Dua Fi’il Ta’ajjub – Fiil yang digunakan untuk menunjukkan Ketakjuban

Dua Fi’il Ta’ajjub – Fiil yang digunakan untuk menunjukkan Ketakjuban Pengertian Taajjub (التَّعَجُّبُ) Di dalam Jami’u ad-Durus al-Arabiyah, diterangkan bahwa ta’ajjub adalah menganggap agung perbuatan pelaku (fi’lu fa’il) secara dhohirnya keutamaan. Sebagaimana ta’ajjub diterangkan dalam Hudlori, ta’ajjub adalah menganggap agung adanya kelebihan dalam menyifati fail yang mana kelebihan tersebut tidak jelas sebabnya, sehingga dengan kelebihan … Baca Selengkapnya