Kalam dan Bagian-Bagian Kalam

bab kalam nahwu

Kalam dan Bagian-Bagian Kalam

Berikut ini akan kita bahas istilah-istilah yang perlu diketahui terlebih dahulu, dari mulai pengertian kalam, kalimah, bagian-bagian kalam. Pengertian-pengertian tersebut sebagai berikut:

Bagan bagian bagian Kalam
Bagan bagian bagian Kalam

Pengertian kalam

Kalam  ( الكلام )adalah lafadh ( لفظ ) yang memberikan pemahaman (kepada pendengar) sekiranya bila lafadh itu diucapkan lalu pendengar akan diam (karena telah faham).

Pengertian Kalimah

Kalimah ( الكلمة ) adalah lafadh yang menunjukkan kepada makna yang mufrod ( مفرد ).

Yang dimaksud mufrod di sini adalah kalimah mempunyai makna satu. Contohnya kalimahZaid” yang mempunyai makna orang tertentu yang bernama Zaid. Tentu saja kalimah “Zaid” tidak sekaligus bermakna orang yang bernama “Umar”.

Bagian-Bagian Kalam

Kalam mempunyai bagian-bagian sebagai berikut:

  1. Isim ( الإسم )
  2. Fiil ( الفعل )
  3. Huruf ( الحرف )

Satuan dari masing-masing bagian kalam tersebut kita sebut sebagai  kalimah dan selanjutnya bisa kita sebut sebagai kalimah isim, kalimah fiil, dan kalimah huruf.

Pengertian Isim

Isim adalah sesuatu yang menunjukkan makna pada dirinya sendiri tanpa disertai dengan zaman / زمان (waktu).

:نحو

(Kholid – nama orang) خالد

(Faros – kuda) فرس

(Daar – rumah/desa) دار

(Makkah – nama kota) مكّة

(Maa’ – Air) ماء

Isim memiliki tanda-tanda yang dapat kita kenali. Tanda-tanda itu sebagai berikut:

1. Bisa menjadi musnad ilaih

Maksudnya yaitu menyandang status hukum (keadaan, situasi, keadaan dll.)

:نحو

زَيْدٌ مُجْتَهِدٌ

Zaid adalah orang yang rajin

يَحْزَنُ بَكْرٌ

Bakr sedang bersedih

دُفِنَ الْمَيِّتُ

Mayit itu telah dikubur

2. Menerima al / alif lam (ال)

Isim bisa menerima al di depannya.

:نحو

الفَرَسُ

الدَارُ

المَاءُ

الكِتَابُ

Catatan: Isim yang sudah memiliki al tanwinnya hilang.

3. Menerima tanwin.

Isim bisa menerima tanwin sebagai akhiran.

:نحو

كِتَابٌ

دُخَانٌ

Baca Juga: Macam-Macam Tanwin dalam ilmu Nahwu

4. Menerima huruf nida’

Huruf nida’ merupakan huruf-huruf yang digunakan untuk memanggil.

:نحو

(Hai Muhammad) يَا مُحَمَّدُ

(Wahai sekalian manusia) يَاأَيُّهَا النَّاسُ

5. Menerima huruf jarr

Huruf jarr seperti من , إلى , عن , على , في , ب , ك , ل , ربّ

:نحو

طَلَبُ الْعِلْمِ مِنَ الْمَهْدِ إِلَى الْلَحْدِ

Menuntut ilmu itu dari ayunan sampai liang lahat

Pengertian Fiil

Fiil adalah sesuatu yang menunjukkan makna pada dirinya sendiri dengan disertai zaman.

:نحو

(Telah berdiri) قام

(sedang datang) يجيء

Fiil memiliki tanda-tanda yang dapat kita kenali. Tanda-tanda itu sebagai berikut:

1. menerima huruf Qod ( قد )

نحو: قَدْ قَامَ

2. menerima huruf sin ( س )

نحو: سَتَذْهَبُ

3. menerima huruf saufa ( سوف )

نحو: سَوْفَ نَرْجِعُ

4. sambung dengan ta’ ta’nits sakinah ( تاء التأنيث الساكنة )

نحو: دَامَتْ

5. sambung dengan dlomir fa’il ( ضمير الفاعل )

نحو: جلستُ , جلستَ , جلستُمْ

6. sambung dengan nun taukid ( نون التوكيد )

نحو: لَيَكْتُبَنَّ , اكْتُبَنَّ , اكْتُبَنْ

Pengertian Huruf

Huruf adalah  sesuatu yang menunjukkan kepada makna di selain dirinya. Contoh Huruf seperti هَلْ , لَمْ , فِي , عَلَى , إِنَّ , مِنْ. Dan tidak seperti dua kalimah sebelumnya (kalimah isim dan fi’il), huruf tidak memiliki tanda-tanda yang bisa dikenali. Untuk bisa mengenalinya yaitu ia tidak memiliki tanda-tanda seperti isim dan fi’il.

Macam-macam huruf ada tiga:

a. huruf yang khusus pada isim ( مختصّ بالإسم )

Seperti huruf jarr dan huruf yang menashobkan isim dan merofa’kan khobar.

:نحو

في الأرضِ

إنّ اللهَ غفورٌ رحيمٌ

b. huruf yang khusus pada fiil (مختصّ بالفعل  )

Seperti lam nafi لَمْ, dan lan nafi لَنْ

:نحو

لَمْ يَجْعَلْ

لَنْ تَعْلَمَ

c. dan huruf yang bisa berada di isim maupun fiil ( مشترك بينهما )

Seperti huruf athof dan dua huruf istifham هل dan hamzah / أ

:نحو

أَدَارُكَ قَرِيْبٌ ؟ / هَلْ دَارُكَ قَرِيْبٌ ؟

أَتَعْلَمُ مَا أَقُوْلُ ؟ / هَلْ تَعْلَمُ مَا أَقُوْلُ ؟

Contoh Kalam

Sebelumnya sudah dijelaskan tentang pengertian kalam bahwa kalam adalah lafadh yang memahamkan (memberi pemahaman), dan di sini akan kita perlihatkan contoh kalam sebagai berikut:

:نحو

(Zaid adalah orang yang berdiri) زَيْدٌ قَائِمٌ

(Ayahmu di dalam masjid) أَبُوْكَ فِي الْمَسْجِدِ

(Berdirilah!) قُمْ

Istilah lain yang Perlu diketahui

Berikut istilah lain yang berhubungan dengan kalam yang perlu diketahui. Antara lain:

  • Lafadh ( اللفظ )

Lafadh adalah suara yang berasal dari huruf hijaiyah baik memiliki makna (seperti كِتَابٌ ) atau tidak (seperti تِكَابٌ ).

  • Kalim ( الكلم )

Kalim adalah tiga lafadh yang terdiri dari isim, fi’il dan huruf.  Baik itu memahamkan atau tidak.

لاَ يجلِسُ زيدٌ

إِنْ جَلَسَ زيدٌ

  • Qoul ( القول )

Qoul bersifat umum, dalam arti baik kalam, kalimah, kalim atau bahkan lafadh kesemuanya bisa disebut sebagai qoul.

Demikian pembahasan mengenai Kalam dan Bagian-Bagian Kalam. Jika ada pertanyaan mengenai kalam atau hal-hal lain seputar nahwu silahkan bisa ditanyakan di kolom komentar atau DM di IG kami.

Kalam dan Bagian-Bagian Kalam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas
Konten yang anda salin memiliki hak cipta.