Sejarah, Asal Mula, dan Pencetus/Penemu Ilmu Nahwu

Bagaimana Sejarah, Asal Mula, dan Pencetus/Penemu Ilmu Nahwu?

Sejarah, Asal Mula, dan Pencetus/Penemu Ilmu Nahwu

Pencetus Ilmu Nahwu adalah Abu al-Aswad ad-Duali (ابو الأسود الدؤلى). Beliau lahir di kota Kuffah lalu tinggal di kota Bashrah dan meninggal di sana. Dua kota tersebut sekarang ada di negara Irak. Beliau menjadi orang pertama yang mencetuskan ilmu nahwu atas perintah Sayyidina Ali karramallahu wajhahu.

Semua bermula ketika Abu al-Aswad ad-duali bersama putrinya di teras rumah sembari menikmati pemandangan langit yang gelap dengan bintang-bintang yang menghiasinya. Lalu putrinya tersebut bermaksud untuk memuji keindahan pemandangan langit itu. Berkatalah sang putri kepada ayahnya:

pemandangan langit di malam hari
ilustrasi pemandangan langit

Putri: يا أبت ما أحسنُ السماءِ (Yaa abati, maa ahsanus samaai)

Sebagai catatan, arti dari perkataan tersebut adalah “Wahai Ayahku, Apa yang paling indah dari langit?”. Padahal yang dimaksud adalah kata-kata takjub “Wahai Ayahku, betapa indahnya langit itu”, bukan pertanyaan seperti tadi. Lantas saja Ayahnya menjawab.

Ayah: “Indahnya langit adalah bintang-bintangnya.”

Putri: “Wahai Ayahku, bukan seperti itu yang ku maksud. Melainkan yang ku maksud adalah ketakjubanku akan keindahan langit!”.

Dari sini Ayahnya mulai paham lalu ia membenarkan dan menasehati putrinya.

Ayah: “Ucapkanlah maa ahsanas samaa a (ما أحسنَ السماءَ) dengan membaca fathah.”

Lalu keesokan harinya Abu al-Aswad menemui Sayyidina Ali karamallahu wajhahu.

Abu al-Aswad: “Wahai Amir al-Mu’minin, telah terjadi pada putriku suatu hal yang tidak aku mengerti mungkin engkau bisa memberi jalan keluarnya

Kemudian Abu al-Aswad menceritakan kejadian semalam bersama putrinya. Kemudian Sayyidina Ali pun menjawab.

Ali: “Ketahuilah Wahai Abu al-Aswad, semua itu terjadi karena bercampurnya orang ‘ajam (non-arab) dengan orang arab.

Lalu Sayyidina Ali menyuruhnya untuk membeli kertas. Selang beberapa hari kemudian, beliau mengajarkan Abu al-Aswad pembagian-pembagian kalam, bahwasanya kalam itu ada isim, fi’il, dan huruf. Juga diajarkan pula kalimat-kalimat dari bab ta’ajub.

Dibalik penamaan ilmu Nahwu

Lantas mengapa ilmu nahwu disebut nahwu adalah karena isyarat dari Sayyidina Ali yang berkata kepada Abu al-Aswad “Samakanlah contoh ini Wahai Abu al-Aswad (انح هذا النحو يا أبا الأسود)”. Yang dimaksud adalah agar membuat contoh-contoh lain yang sama dengan contoh yang sudah diberikan. Lantas kata nahwu tersebut lah yang diambil sebagai nama ilmu ini sebagai bentuk tabarruk kepada Sayyidina Ali karramallahu wajhahu.

Begitulah kurang lebihnya sejarah asal mula Ilmu Nahwu, seterusnya ilmu Nahwu berkembang dengan adanya ulama’-ulama’ selanjutnya yang meneruskan pembahasan ilmu tersebut dan dituangkan di dalam kitab. Beberapa kitab yang membahas ilmu nahwu adalah al-Jurumiyah, al-‘Imrithi, dan Alfiyah Ibnu Malik. Kitab-kitab tersebut kerap ditemui dan dipelajari oleh para santri di pondok pesantren. Masih banyak lagi kitab-kitab lainnya yang membahas ilmu Nahwu seperti Jazariyah, Jami’ ad-Durus al-‘Arabiyah, al-Kannasy, Kitab Sibawaihi dll.

Sejarah, Asal Mula, dan Pencetus/Penemu Ilmu Nahwu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas
Konten yang anda salin memiliki hak cipta.